Search This Blog / Cari di Blog ini
Tuesday, July 29, 2008
Monday, July 28, 2008
Sakura di Koran Malaysia
Dari koran Malaysia pas aku ke Penang. Ini scan-nya sama artikelnya di Internet (gambarnya banyak yang dari hardcopy koran). Silakan klik judul di atas (Please click this posting's title)
TICKLED PINK
by Gareth Corsi
When the cherry blossoms appear in the parks, the Japanese come out in droves to celebrate and party.
The hanami season really doesn’t mean an awful lot outside of Japan. Most people would probably still be none the wiser about it were it not for Ken Watanabe’s character Lord Katsumoto and his ode to the sakura or cherry blossom in the 2003 film, The Last Samurai.
“The perfect blossom is a rare thing. You could spend your life looking for one, and it would not be a wasted life,” Katsumo mused.
While such sentiment might be considered a little on the romantic side, it is not without merit. The hanami season, which celebrates the blossoming of the sakura, is a time when the usually quiet and reserved population of Japan goes nuttier than a fruit cake.

The cherry blossom blooms across the Japanese islands every spring, beginning in Okinawa in late March and ending in Hokkaido in early May. The flowers last for about two weeks, depending on the weather. Almost as soon as the buds begin to open in parks, castles and river banks around the country, yatai (temporary market stalls) sprout everywhere in anticipation of a swarm of customers.
Typically the yatai sell karaage (pieces of fried chicken in batter), yakitori (grilled chicken on a skewer), yakisoba (fried noodles with cabbage) and takoyaki (pieces of fried octopus in batter). And the customers they expect, always turn up – in droves.
At the height of the bloom, trying to reserve a spot in a prime location right under the trees becomes an exercise in timing and tactical awareness. Too soon, and there’s nothing to see. Too late, and all the blooms have become litter, ready to be swept away.
A sight almost synonymous with the cherry blossom itself at this time of the year is the blue tarpaulin. Garnered from local D-I-Y stores, the tarp serves to protect one’s derrière from the mud (grass is a much more rare a sight in Japan than an honest politician) and also to mark out territory for friends and colleagues, for hanami is not a solitary celebration.
Parents bring their young families, while teenagers – past that time when it is socially acceptable to be seen with their parents – hang out with their friends, and people in general gather to enjoy the occasion. Parties are common, especially when it’s a corporate affair.
However, in the latter case it is a cruel irony for some that hanami should be such a miserable time. The junior salarymen have an unenviable job during this time – they have to guard their company’s spot for the duration of hanami.
More often than not this means camping out on the site their company has staked out so as to evict any would-be squatters. Sleeping out under the stars might not seem such a terrible task in the Japanese spring. After all, winter has gone and the haru-ichiban winds now bring up warmer air from the equator.
However, haru-ichiban is more of a blast than a breeze, and it turns cold at night. Add a downpour into the mix, and nobody in his right mind would want to be caught in a wet sleeping bag and clothes, let alone waking up and explaining to an irate boss why there are strangers in his favourite spot.
Teenagers hang out with friends to enjoy the cherry blossomsNevertheless, the young graduates still make the most of their lot and they party hard — as do the new university students.
The cherry blossom season marks the start of the financial and academic new year in Japan. It is a time for the youngsters to celebrate before embarking on another stage in their life. Usually quite a few have still not figured out their tolerance for alcohol, which can be quite a messy thing.
One of the more extreme examples of alcohol taking its toll was when one unfortunate freshman had a sudden meeting with the asphalt.
His four friends took pity on him, and so proceeded to carry him out of the park and put him in a taxi.
All was going according to plan until the unconscious young man woke up and – believing himself to be safely tucked in bed - decided he wasn’t comfortable on his back and tried to turn over.
Somehow that ended up with him having another sudden meeting with the asphalt.
Such incidents happen across the country as the parties continue late into the night or even until daybreak – and beyond.
While not exactly party animals, the Japanese know how to let their hair down.
It is, after all, that time of the year when they loosen the shackles of winter and prepare for a long summer of festivals and merriment.
And hanami is just the start...

Posted by
Yunisa
at
8:20 PM
0
comments
Topics: japan
Wednesday, July 09, 2008
Komentar dari Juwita
Isi reply saya, rahasia yaaa
--------------------------------
from "Juwita S."
to Yunisa
date Jul 9, 2008 6:18 AM
subject sudah kelar..
Hallo Yunisa cah ayu.. aku sudah kelar baca novelnya, 3 hari habis, aku ngebut sreeet..jreeng.. yaah.. Shinichi kok dimatiin, Yun? Aku sedih banget.
Good story, it runs smoothly.. cuman bagian Persaingan yang rada 'dragging', juga menurut aku too many death events, sepertinya kematian dipakai sebagai point akan terjadinya kejadian yang baru, apakah untuk memudahkan jalannya cerita?
Nah, demikian, Yun, pengamatan asal2an dari Juwi, hihi...
Posted by
Yunisa
at
12:21 PM
0
comments
Saturday, June 21, 2008
Inspirasi (Yunisa Gunawan)
http://www.rsi.sg/indonesian/inspirasi/view/20080622204500/1/.html
http://yunisa.multiply.com/music/item/10/Inspirasi_RSI_Indo_22_Jun_2008_1_song
http://www.rsi.sg/english_loadaudio.php?audio=mms://202.172.226.198/radiorsi/rsi_indon/rsi_i_sun2045.asf
Yunisa Gunawan : Penulis Novel Sakura Bersemi di Yokohama
Namanya memang belum setenar novelis novelis Indonesia lainnya. Kehadiran Yunisa melalui karya karya novelnya semakin meramaikan dunia sastra Indonesia yang kian marak dengan kehadiran novelis novelis muda berbakat.
Sebagai penulis paruh waktu, wanita kelahiran Yogyakarta 28 tahun silam ini sudah menelurkan 3 buah novel sejak tahun 1996. --> duh salah, udah 6 naskah tanda tangan sama penerbit sejak 2006, mungkin akan dikoreksi minggu depan setelah saya protes hehehhe
Ia yang sehari harinya bekerja sebagai tenaga riset di perusahaan Amerika yang berkantor di Singapura mengaku menulis novel merupakan wadah untuk menuangkan hobi menulis yang sudah dilakoni sejak di bangku kuliah.
Inspirasi dalam menulis bisa datang dari mana saja, biasa ide akan lahir setelah menjalani rangkaian perjalanan ke suatu tempat ataupun sesuatu yang baru di sekeliling tempat tinggalnya.[niwayans@mediacorp.com.sg]
Posted by
Yunisa
at
5:29 PM
0
comments
Topics: RSI
Friday, June 20, 2008
Ada di blog RSI
Tadi Mbak Wayan nitip pesen ke Pak Harry:
- Fotonya yang dipasang harus yang dia keliatan lebih ayu dan singset*hahaha, kira-kira gitu*
- Inspirasi akan disiarkan Minggu 22 Juni 2008 dan Wajah akan disiarkan Jumat 27 Juni 2008.
File podcast "Wajah"
http://yunisa.multiply.com/music/item/8/Interview_RSI_Indonesia_Wajah (hahhaa, udah ada mp3nya sebelum disiarkan)
http://daily.rsi.sg/xtra/story.php?cat=15&id=512&PHPSESSID=19ac70ad20130c0068ebf8998efcd335
(klik di judul ini juga bisa sebenernya)
Posted by
Yunisa
at
6:24 PM
0
comments
Topics: RSI
Thursday, June 19, 2008
Hanami di Harian Kompas
Silakan klik judulnya... HEH telat banget, sakura season udah lewat, baru ditulis sekarang hahahaha
Musim bunga sakura bermekaran atau cherry blossom di Jepang adalah fenomena alam yang sangat indah. Warga Jepang menyambut peristiwa itu dengan penuh keceriaan dan menafsirkan bahwa musim semi telah tiba.
Di Jepang, musim semi identik dengan musim bunga. Antara Maret hingga April bunga-bunga bermekaran mencapai 'puncaknya'. Bukan hanya bunga sakura, beraneka bunga lain juga bermekaran berwarna-warni. Momen itu biasa disusul dengan dibukanya beragam festival bunga di berbagai tempat.

Pohon bunga sakura di istana Hirosaki
Meski tidak resmi menjadi bunga negara, dalam budaya Jepang, bunga sakura bernilai sakral. Sudah menjadi tradisi sejak zaman Heian, sekitar tahun 794, para petinggi atau aristokrat mengadakan pesta menyambut mekarnya bunga sakura.
Tradisi itu menjadi acara ritual keagamaan di Jepang. Biasa diadakan upacara doa sebelum musim tanam, dengan harapan para petani mendapat sukses besar pada musim panen raya nanti.
Pesta Taman
Sudah menjadi sebuah kultur, seluruh penduduk Jepang menantikan tibanya bunga sakura bermekaran. Mereka antusias memandangi bunga sakura. Menikmati dengan memandangi sakura, disebut hanami.
Suatu menjadi kebiasaan pula, warga Jepang mengadakan pesta taman di bawah pohon bunga sakura, berkumpul reriungan dengan rekan-rekan kerja atau sanak keluarga, makan minum bersama sambil menyanyi. Pesta taman yang meriah itu dinamakan enkai.
Ironisnya, momentum bunga sakura bermekaran yang sangat ditunggu-tunggu itu berlangsung tidak lama. Kurun waktunya singkat saja, sekitar satu minggu sampai sepuluh hari. Setelah itu, petal atau daun bunga yang tipis, yang sangat rentan terkena angin musim semi, akan mulai berguguran.
Pohon bunga sakura itu biasa ditanam berkelompok dalam jumlah besar. Di musim semi, taman-taman itu terlihat indah sekali, bagaikan diselimuti bunga sakura berwarna putih, merah muda (pink), atau kuning muda.
Selalu Diumumkan
Saat mulainya bunga sakura bermekaran sangat sukar diprediksi dengan tepat. Semua tergantung iklim setempat dan dipengaruhi pula oleh faktor alam seperti hujan, angin, dan cuaca.
Secara umum bunga sakura bermekaran dimulai dari daerah selatan yang berudara lebih hangat. Di kawasan Okinawa, bunga sakura mulai bermekaran di bulan Januari.
Iklim panas itu merambat ke daerah utara. Di kawasan Hokkaido, di daerah paling utara, bunga sakura baru mekar pada bulan Mei. Di kawasan Tokyo dan sekitarnya pada akhir Maret dan awal April. Di daerah pegunungan yang berudara lebih dingin, bunga sakura akan mekar belakangan.
Untuk memenuhi hasrat warganya, setiap hari Badan Meteorologi Jepang melalui media elektronik maupun cetak, mengumumkan secara luas berita perkembangan iklim dan prakiraan tibanya musim bunga sakura untuk setiap daerah. Dengan begitu, penduduk dapat merencanakan dengan tepat waktu dan lokasi untuk hanami dan pesta enkai.

Karena Tokyo merupakan kota kosmopolitan yang sarat dengan gedung tinggi, untuk melihat bunga sakura perlu mencari lokasi terbaik. Lokasi terbaik bisa berarti taman sebagai ruang publik.
Perlu diketahui, tidak semua taman di Tokyo terbuka gratis untuk umum. Lokasi terbaik di Tokyo, antara lain di Ueno Park, Yoyoki Park, Chidorigafuchi, Sumida Park, Inokashira, dan Taman Pemakaman Aoyama yang terbuka gratis, sedangkan di Shinjuku Gyoen dan Kebun Raya Koishikawa, kita perlu membayar karcis masuk 200-330 yen atau sekitar 16-26 ribu rupiah.
Berkelompok
Bunga sakura biasa ditanam berkelompok. Saat berbunga, semua pohon bunga sakura di suatu lokasi akan bermekaran secara bersamaan. Karena pohonnya tidak berdaun, yang terlihat hamparan bunga seluruhnya, lebih-lebih bila bunganya gompiok. Sungguh indah!
Bunga sakura ada lebih dari seratus varietas, mayoritas adalah varietas Somei Yoshino dan Yamazakura. Umumnya jumlah petalnya 5 helai, ada juga yang 20 helai. Yang lebih tebal, biasanya memiliki sekitar 100 helai petal. Bunga sakura dengan lebih dari 5 helai petal disebut yaezakura.
Terbanyak adalah bunga sakura warna merah muda dan putih. Ada juga yang berwarna pink tua dan putih kekuning-kuningan. Warna itu dapat berubah, saat mulai berkembang berwarna putih, kemudian berubah menjadi kemerah-merahan. Yang pasti, bunga sakura di Jepang tidak berubah menjadi buah ceri. (SENIOR/B.Kusuma)
Posted by
Yunisa
at
3:16 PM
0
comments
Topics: japan
Friday, June 13, 2008
Resensi Suhu JC
Sabar,sabar, saya lagi nulis detil cerita sambungan yang dibilang "kesusu" itu... biar orang nggak pada gondok lagi... Suhu JC bukan orang pertama yang komplain, dan bukan orang terakhir heheheh =D Pernah tuh temenku, lagi makan, ngobrol sana sini, tau-tau OOT (out of topic) dia ngomong:
"Eh Yun, orang Jepang bisa berubah jadi bule Amerika ya?"
Aku nggak ngeh, sampai akhirnya dia ngakak n bilang, "Itu tuh novelmu!"
*O*
Karena resensi Suhu gak lolos sensor Zeverina (atau mungkin dia bakal mau tayang setelah Z selesai baca novelnya), bagi KoKiers yang penasaran, inilah resensi Suhu Josh Chen - Global Citizen... Paragraf pembukaannya terlalu panjang hehehe
Resensi Buku: Sakura Bersemi di YokohamaA Novel by Yunisa
(Josh Chen – Global Citizen)
“Once you pop, you can’t stop!”
Itu adalah “tag” yang tertulis di paling atas novel asik ini. Seorang KoKier yang termasuk nama lama di KoKi, yang sekarang bermukim dan nyangkul di Negeri Singa, ternyata adalah salah seorang novelis handal.
Masih jelas dalam ingatan saya waktu mendapat telepon dari Yunisa dan kemudian ngobrol sekitar 40 menit. Ternyata obrolan ini berlanjut dan saya harus rela jadi ‘korban’ untuk jadi kelinci percobaan sang Suhu Cilik ini. Julukan Suhu Cilik pun bermula dari saya karena ‘ilmu silat’ yang cukup mumpuni dari Yunisa.
Setelah sempat ketemu sesudahnya, barulah saya menyadari bahwa penulis ini adalah sosok yang sangat concern dengan self development, rasa percaya diri yang sangat tinggi, kemampuan yang tidak biasa, dan makin menguatkan kesan tsb setelah tahu bahwa ada sebuah novel yang dihasilkannya. Novel yang berjudul Sakura Bersemi di Yokohama ini merupakan novel pertama.
Setelah melewati jalan panjang berliku bahkan sempat ditolak oleh ‘induk semang’ kita yaitu Gramedia, akhirnya novel tsb diterbitkan oleh penerbit lain. Sebagai novel pertama, saya berani bilang: luar biasa!!
Alur cerita yang berkembang, plot yang melompat dari masa lalu kemudian ke masa kini berjalan cepat, imajinasi penulis yang berkembang ‘liar’ menjadi warna tersendiri novel ini. Plot yang memang antara ‘sederhana-tidak sederhana’ menjadikan novel roman ini asik dijadikan bacaan ringan.
Dinobatkan sebagai ‘bukan first-tier’ dengan alasan, saya ini bukan orang yang langsung hantam baca habis setelah novel tsb di tangan, menjadikan saya tersenyum sendiri. Novel yang langsung didapat dari tangan sang penulis sekaligus ditandatangani, menjadikan novel ini jadi nilai tersendiri bagi saya.
Cerita dibuka dengan setting tahun 1855 di Yokohama. Asal-usul tokoh utama novel ini, bergulir cepat. Kelahiran seorang anak perempuan keluarga Satsuma dan diikuti dengan kematian istri pertama Takahito Satsuma, mengiris hati. Tokoh jahat sekaligus diperkenalkan di sini, yaitu istri kedua Takahito, Rika yang tidak punya asal usul jelas. Kelicikannya segera membawa tangannya untuk menukar bayi yang baru lahir tsb dengan Natsume keponakannya sendiri. Kakak si Rika yang meninggal juga beberapa hari sebelumnya waktu melahirkan Natsume. Apalagi ayah Natsume yang tidak jelas karena profesi sang ibu yang tidak jelas juga. (hahhaha, plesetan nih, maksudnya profesinya harusnya pakai tanda kutip).

Bayi yang asli anak Tuan Satsuma dibuang di depan satu biara Fransiskan di kota yang sama. Pastur Peter dan Suster Marie Claire kemudian memutuskan untuk merawat bayi tsb dan memberinya nama Yuki, yang berarti salju karena ditemukan di depan pintu ketika badai salju mengamuk. Sementara bayi “palsu” di keluarga Satsuma diberi nama Masako. Cerita terus bergulir, Pastur Peter berpulang, Yuki tumbuh dewasa.
Yuki menjadi pengajar di sekolah minggu di lingkungan biara tsb. Pertemuan pertama dengan Shinichi Serizawa menjadi awal dari berlanjutnya kisah ini. Perkenalan, pendekatan, akhirnya membuahkan hasil, bahkan Shinichi menjadi salah satu pengajar di sekolah minggu itu. Keakraban terbina di antara keduanya.
Di bab-bab berikutnya, konflik mulai dibangun, perjodohan keluarga Serizawa dengan keluarga Satsuma, kemudian mantan pacar Shinichi yang berusaha menggaet kembali Shinichi, si Keiko Hattori dengan segala cara yang dihalalkan. Termasuk kerja sama dengan sang sepupu Takeshi Hattori untuk membangkrutkan perusahaan Serizawa.
Tokoh demi tokoh bermunculan, konflik yang dibangun mencapai puncaknya ketika jati diri Yuki sebagai putri asli Tuan Satsuma terungkap dan Masako yang bukan putri sang jutawan ketahuan, pertobatan Takeshi, politik hutang budi antara keluarga Satsuma dan keluarga Serizawa mewarnai bab-bab berikutnya. Kematian Shinichi dalam usahanya melindungi Yuki dari tembakan merupakan anti-klimaks dari novel ini.
Cerita masih bergulir beberapa halaman lagi, tiba-tiba setting waktu berpindah ke Bandara Narita di Tokyo di bulan Desember 2007. Menggambarkan pertemuan tidak sengaja 2 orang kulit putih Paul Watson dan Mary Anderson, yang berbincang ngalor ngidul dan justru menemukan bahwa adanya keterkaitan nenek moyang mereka di masa lalu. Bisa diduga, bahwa kakek nenek canggah mereka adalah Shinichi Serizawa dan Yuki Satsuma. Pertanyaan dari penulis di penutup cerita: “apakah Paul adalah titisan Shinichi dan Mary adalah Yuki yang terlahir kembali untuk menyelesaikan kisah kasih mereka yang tak tersampaikan di masa lalu, hanyalah Tuhan yang tahu”......
Secara umum, novel ini sangat menarik untuk dibaca, sebagai pengisi waktu, bacaan ringan dan sekaligus roman dengan gaya yang khas dan unik. Komentar saya cuma satu saja, yaitu bagian-bagian terakhir terkesan terburu-buru dan memperpendek alur cerita, sehingga terasa tiba-tiba sudah sampai di akhir cerita. Sebagai novel pertama, sungguh layak novel ini dipujikan untuk menjadi koleksi. Apalagi jika novel ini diberikan langsung dan ditandatangani oleh penulisnya, sangat memiliki makna khusus.
Posted by
Yunisa
at
2:51 PM
0
comments
Thursday, June 05, 2008
Berita Menyedihkan: RSI mau bubar
MediaCorp's RSI to end transmission on July 31
By Imelda Saad, Channel NewsAsia | Posted: 03 June 2008 1848 hrs
MediaCorp said it will redeploy all RSI staff to other areas and retrain some for new duties.
The regional shortwave radio service was set up in 1994 by the former Singapore Broadcasting Corporation.
The aim was to reach out to the region and help overseas Singaporeans keep pace with developments at home.
MediaCorp said the effectiveness of a shortwave radio service has diminished over time, with changing technology and media consumption habits.
It added while FM radio broadcast remains strong, audiences are turning to other channels such as the web and Channel NewsAsia's International feed for their news.
So it is no longer optimal to continue with a full regional radio service, which broadcasts in four languages. - CNA/vm
So aku nggak tau apa yang udah kukirim ke Mbak Wayan masih bakal diblog sama RSI atau nggak... Anyway, ini yang kukirim ke Mbak Wayan...
Sabtu 3 Juni 2006 eh malah diajak langsung cuap-cuap dengan pendengar (termasuk baca SMS pendengar) sama Pak Harry. Dan ternyata Mbak Illydea waktu itu sudah mengadakan kuiz berhadiah novel saya (yang sekarang langka sekali karena penerbitnya molor cetak ulangnya)...
Posted by
Yunisa
at
8:29 PM
0
comments
Topics: RSI
Tuesday, June 03, 2008
Ngisi blognya RSI nih
Wokeh, saya mesti nyambi comot dari blog ini buat ngisi blog nya RSI... Pesenan Mbak Wayan...
--------------------------
from Ni Wayan Suryatini
to Yunisa
date Jun 3, 2008 1:45 PM
Hi Yunisa,
Thx ya foto2 dan waktunya kemarin. Mo minta tulung nihhhh….
RSI ka ada website XTRA, isinya sisi lain RSI dan aktivitasnya. Kamu boleh kirim cerita nggak seputar pengalaman di wawncarai RSi dan main main ke studio RSI sekalin ceritain tentang novel novel kamu. Jangan lupa sertain foto foto ya sekitarr 3-4 foto, foto kamu, Ceritanya nggak usah banyak banyak, setengah halaman juga bolehhhh….
Kamu bisa lihat websitenya dulu deh.. http://daily.rsi.sg/xtra
ditunggu yaaaa...
Posted by
Yunisa
at
2:53 PM
0
comments
Topics: RSI
Photos from Interview 30 May 08 (RSI Siaran Indonesia)
Persiapan 1
Persiapan 2 (lihat sebelah kiri saya itu tas dari Disneyland HK hihihi)
Burem karena difoto dari kaca kedap suara (picture was taken from a sound proof glass wall)
Berpose setelah selesai interview
Liat tuh mesin2nya
In action
Mbak Wayan tertawa lepas :D I think I cracked quite a lot of jokes, so we laughed a lot. And being a hyperactive kid (bawaan orok maksudnya), I tend to move a lot when talking or describing something. So you can guess that the photos taken by Pak Harry Suhartanto were 90% either blurred or my eyes were blinking or closed!!! WAKAKAKA, asli gak bisa dipaparazi punya nihhh... (kecuali paparazinya my lil sis, she is truly an expert in taking pics of everyone in the family).
Ketawa ketiwi sampe mata sipit hihihi *_*
Posted by
Yunisa
at
1:03 PM
0
comments
Topics: RSI
Monday, June 02, 2008
Zeverina nulis di KoKi nih :)
Kutipan dari KoKi hari ini
Seputar KoKi
KoKi First Go Public
Rame-rame dan Zeverina-Moderator - Jakarta
Posted by
Yunisa
at
12:22 PM
0
comments
Topics: KoKi
Saturday, May 31, 2008
NHK interview -- di blog orang!
So surprised to find this person -- I assume he/she lives in Japan, n definitely is able to understand Bahasa Indonesia... -- and with Google's help, I found this post about my NHK interview.
Don't ask me artinya apa itu huruf Jepangnya, karena aku bisa dibilang "buta huruf kotak2" -- well, cuma bisa mengenali sedikit sekali karakter sih... So I have dropped an e-mail pakai Bahasa Indonesia (hahahha, PD amat kumat, kan pasti NHK Siaran Indonesia yang harus reply me?). Dari pengalaman, lebih enak nulis dan ngomong Bahasa Indonesia ke orang Jepang yang bisa Bahasa Indonesia hehehe. Aku tanya apakah mungkin die-mail ke aku tuh podcast siaran, karena di website NHK Bahasa Indonesia sistemnya arsip cuma seminggu doang...
BTW, resensi Pak Harry juga diblog sama orang lho...
Kayaknya orang-orang di atas memang sukanya bikin arsip artikel / acara yang menarik perhatian mereka. Terima kasih, Arigato gozaimasu!
Ini blog dari Jepang
ラジオ・日本のインドネシア語のページに出ていました。
ジョグジャカルタ出身でシンガポール在住の作家・Yunisa Gunawanさんです。
聞き手は、リリ・ユリアンティ(Lily Yulianti)さん。
来週の日曜日の夕方まで聞けます。
Sabtu 19 April
Wawancara dengan penulis novel remaja, Yunisa Gunawan
http://www.nhk.or.jp/nhkworld/indonesian/top/index.html

"Sakura Bersemi di Yokohama"
Yunisa Gunawanさんの小説:"Sakura Bersemi di Yokohama"
Yunisa Gunawanさんのブログに今回のインタビューについて詳しく出ています。
Posted by
Yunisa
at
11:51 PM
0
comments
Akhirnya sampe ke tangan Z!!!
Ini foto dari Suhu JC sebagai bukti (Z cuma mau nampang tangan doang hehehe)
Foto2 interview RSI kemaren nyusul kapan2, belum upload dari kamera *lazy mode on*
Posted by
Yunisa
at
4:53 PM
0
comments
Topics: KoKi
Friday, May 30, 2008
A Legacy...
(Even now, women in their 40-50s read n love my novel, the same way as 12-year-old or 17-year-old youngsters...) As far as I am concerned, this is pretty encouraging because I am doing the right thing I want to do.
Posted by
Yunisa
at
9:01 PM
0
comments
Topics: RSI
Thursday, May 22, 2008
Komentar atas foto Jepang
Lagi iseng, mending tulis di sini cuplikan komentar2 yang dikirim pribadi lewat e-mail kepada saya hehehe
from Joseph Chen to Yunisa
date May 9, 2008 1:20 PM
subject LUAR BIASA!!!
Magnificent.....LUAR BIASA......kagum aku.....
Pertanyaanku:
- Camera kamu apa sih? Teknik moto kamu cukup canggih.... kamera saku udah 3 tahun
- Berapa ribu jepretan tuh? Berapa gede memory card? <1000 kok for 9-day trip. Kebanyakan moto sakura dan foto paling banyak dihasilkan di Yokohama
Comment: kacamata'ne itu lho gede'ne ndak nguati...hihihi.....lagi trend sih ya.....dasar tukang novel n tukang cerita, ya gini ini, trip gitu isa jadi novel juga.... Suhu sentimen ahh, kacamataku branded lhoo itu baru beli last year di NYC.
thanks for sharing... fun to see the pics :) You sure seem to like the sakura! (Maggie Hoppe, my colleague who has been in Japan for few weeks!)
Waduh sudah upload photo-photo lagi ya… rajin banget…Hebat lho.. (Ms Johanna Wulansari, NUS)
Posted by
Yunisa
at
12:44 PM
0
comments
Friday, May 09, 2008
Submission Received
date May 9, 2008 4:48 PM
subject The Singapore Literature Prize 2008
Hi Yunisa,
This is to acknowledge receipt of 3 copies of your book titled "Sakura Bersemi de Yokohama". You would need to send another 3 copies once you have them.
We will get in touch with you if your work has been shortlisted. Thank you for your interest and participation in The Singapore Literature Prize 2008.
Regards,
www.bookcouncil.sg
The NBDCS is a non-profit organisation that promotes reading, writing and publishing through a variety of interesting and innovative programmes.
Posted by
Yunisa
at
4:46 PM
0
comments
Topics: Singapore Literary
Sent!
Posted by
Yunisa
at
12:54 PM
0
comments
Topics: Singapore Literary
Thursday, May 08, 2008
Yokohama Chinatown (Day 8)
Posted by
Yunisa
at
5:05 PM
0
comments
Yokohama Port Hill 3: Museum (Day 8)
Ada museum di Port Hill, tapi saya gak masuk karena menghitung waktu yang berkejar-kejaran dengan jadwal saya di Jepang... Next time I will really hunt all the good stuff in Yokohama!
Museum yang ada kafenya, ada motor parkir juga wakkaka
Memfoto pake timer, waduh celana saya gulungannya jadi gak rapi abis naik gunung heehhe
Dari sisi lain, hiks, deretan itu banyak rumah Eropa tapi saya gak sempat menelusurinya... 
Back side with sakura... busyet, cantik yahh

Yunisa berhanami tanpa tikar hahaha, rontokan sakuranya cantik
Check out that for the links for the route that I walk by (and miss a lot due to time constraints. Certainly a day is not enough).
Posted by
Yunisa
at
4:34 PM
0
comments
Yokohama Port Hill 2: Sea View (Day 8)
Ini namanya Port Hill, Bukit Pelabuhan... bisa melihat laut, letaknya berseberangan dengan Yamashita Park (tapi jangan harap jalan datar ya, mesti olah raga mendaki bukit)...
Anyway for sea view, I prefer Yamashita Park. Port Hill bagus buat melukis (sakura), zoom pemandangan laut (kalau Yamashita Park kan gak perlu zoom) dan ada museumnya juga di Port Hill ini...
Hijaunya pohon dan birunya laut dari kejauhan
Zoom laut, keliatan Intercontinental Hotel tuh
Jembatan Yokohama dan lautnya
Posted by
Yunisa
at
4:16 PM
0
comments
Yokohama Port Hill 1- Sakura Garden (Day 8)
Manusia begitu kecil, ciptaan Tuhan begitu agung...
Ini jalan masuk / keluar Port Hill tanpa mendaki tangga (tapi naik, naik ke puncak bukit)
Sakura yang sudah berdaun banyak, lautan mengintip di balik rimbunnya pohon sakura
Yunisa posing with pink sakura tree using timer in her camera hehe
Hello there! See the contrast between sakura n the other greens
Posted by
Yunisa
at
3:24 PM
0
comments
Yokohama: Scenery Spots for Future Shooting (Day 8)
Posted by
Yunisa
at
1:46 PM
0
comments











