Trilogi Schoolaholic Princess

Trilogi Schoolaholic Princess
The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta

Count Down

Lilypie Next Birthday Ticker

Search This Blog / Cari di Blog ini

Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Friday, December 26, 2008

Dari Moderator Milis Chicklit Indo

Hi Yunisa,,

wow, gwe baca si Sakura Bersemi di Yokohama lho,, :)Kereeen abiiss,, :)

Tapi yang lain gwe belom baca, hehe,,

Lagi di KL sih, jadi agak2 susah update novel2 baru Indo,,Btw, sering2 posting di milis yaa, sharing apa kek gitu,,

-mods-Hamdiy

Sunday, November 16, 2008

Interview with Aditya FM Pekanbaru

Sorry, I am late in updating. Actually I had a tele-interview (I called in to the radio) with Aditya FM Pekanbaru (87.6FM) last Tuesday, 11 Nov 08. It was a morning show with Nadine and Robby.
The recording will be e-mailed to me soon. I will upload it to my multiply and give the link here (to be updated)

Well, we talked a lot about this novel Sakura Bersemi di Yokohama, my life in Singapore -- whether it affects my writing hobby (oh yes! definitely working full-time with clocking 300 hours a month to plenty projects really makes me unable to write any fiction...) And one of the audiences asked me when Schoolaholic Princess Trilogy will come to Pekanbaru... And I was teased a lot because I killed the favorite male lead HAHAHAH...

I will be off to Sydney soon (thanks to my second novel Sydney Darling Harbour) -- I won a quiz of Romantic Sydney Getaway from 91.3FM (a radio in Singapore).

PS: I will drop by in Aditya FM next January 2009 and hold a novels promo in Gramedia Pekanbaru.

Saturday, September 27, 2008

Ohoi, ada yg suka novel ini lagi :D

Udah lama saya gak narsis (cari2 nama sendiri di google hehehe). Kaget deh pas nemu link ini:
Thanks Rachel Alexis!

http://alexismine.blogspot.com/2008/06/must-to-read-books.html
5. Sakura Bersemi di Yokohama

Kali ini bersetting di Jepang. Novel karya Yunisa ini juga merupakan novel roman yang bikin nangis dan senyam-senyum sendiri bahkan ketawa! Pokoknya romantis abis, dech... kayaknya banyak banget ya, yang bertema musim-musim. Tapi kalo novel roman kebanyakan juga judulnya pake musim-musiman gitu... (emang iya?? hehe...). Bukunya agak kecil, tapi tebel. Covernya berwarna pink+putih dan ada cewek Jepang pake kimono. Harganya kebetulan saya lupa, hehehe..

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080430041953AAhvW3e
Thanks, Deidara. Novelku dianggap dari Luar?? HEHEHE, menurut dia, termasuk novel terbaik yang pernah dia baca *blushing nih*
CKKCKCK, narsis berlanjut...

Wednesday, July 09, 2008

Komentar dari Juwita

Isi reply saya, rahasia yaaa
--------------------------------
from "Juwita S."
to Yunisa
date Jul 9, 2008 6:18 AM
subject sudah kelar..


Hallo Yunisa cah ayu.. aku sudah kelar baca novelnya, 3 hari habis, aku ngebut sreeet..jreeng.. yaah.. Shinichi kok dimatiin, Yun? Aku sedih banget.

Good story, it runs smoothly.. cuman bagian Persaingan yang rada 'dragging', juga menurut aku too many death events, sepertinya kematian dipakai sebagai point akan terjadinya kejadian yang baru, apakah untuk memudahkan jalannya cerita?

Nah, demikian, Yun, pengamatan asal2an dari Juwi, hihi...

Friday, June 13, 2008

Resensi Suhu JC

... Aku masih kagum sama imajinasimu, sekaligus gondok, kesan kesusu (terburu-buru) di akhir cerita kuat banget...

Sabar,sabar, saya lagi nulis detil cerita sambungan yang dibilang "kesusu" itu... biar orang nggak pada gondok lagi... Suhu JC bukan orang pertama yang komplain, dan bukan orang terakhir heheheh =D Pernah tuh temenku, lagi makan, ngobrol sana sini, tau-tau OOT (out of topic) dia ngomong:
"Eh Yun, orang Jepang bisa berubah jadi bule Amerika ya?"
Aku nggak ngeh, sampai akhirnya dia ngakak n bilang, "Itu tuh novelmu!"
*O*

Karena resensi Suhu gak lolos sensor Zeverina (atau mungkin dia bakal mau tayang setelah Z selesai baca novelnya), bagi KoKiers yang penasaran, inilah resensi Suhu Josh Chen - Global Citizen... Paragraf pembukaannya terlalu panjang hehehe

Resensi Buku: Sakura Bersemi di Yokohama
A Novel by Yunisa
(Josh Chen – Global Citizen)

“Once you pop, you can’t stop!”

Itu adalah “tag” yang tertulis di paling atas novel asik ini. Seorang KoKier yang termasuk nama lama di KoKi, yang sekarang bermukim dan nyangkul di Negeri Singa, ternyata adalah salah seorang novelis handal.

Masih jelas dalam ingatan saya waktu mendapat telepon dari Yunisa dan kemudian ngobrol sekitar 40 menit. Ternyata obrolan ini berlanjut dan saya harus rela jadi ‘korban’ untuk jadi kelinci percobaan sang Suhu Cilik ini. Julukan Suhu Cilik pun bermula dari saya karena ‘ilmu silat’ yang cukup mumpuni dari Yunisa.

Setelah sempat ketemu sesudahnya, barulah saya menyadari bahwa penulis ini adalah sosok yang sangat concern dengan self development, rasa percaya diri yang sangat tinggi, kemampuan yang tidak biasa, dan makin menguatkan kesan tsb setelah tahu bahwa ada sebuah novel yang dihasilkannya. Novel yang berjudul Sakura Bersemi di Yokohama ini merupakan novel pertama.

Setelah melewati jalan panjang berliku bahkan sempat ditolak oleh ‘induk semang’ kita yaitu Gramedia, akhirnya novel tsb diterbitkan oleh penerbit lain.
Sebagai novel pertama, saya berani bilang: luar biasa!!

Alur cerita yang berkembang, plot yang melompat dari masa lalu kemudian ke masa kini berjalan cepat, imajinasi penulis yang berkembang ‘liar’ menjadi warna tersendiri novel ini. Plot yang memang antara ‘sederhana-tidak sederhana’ menjadikan novel roman ini asik dijadikan bacaan ringan.

Dinobatkan sebagai ‘bukan first-tier’ dengan alasan, saya ini bukan orang yang langsung hantam baca habis setelah novel tsb di tangan, menjadikan saya tersenyum sendiri. Novel yang langsung didapat dari tangan sang penulis sekaligus ditandatangani, menjadikan novel ini jadi nilai tersendiri bagi saya.

Cerita dibuka dengan setting tahun 1855 di Yokohama. Asal-usul tokoh utama novel ini, bergulir cepat. Kelahiran seorang anak perempuan keluarga Satsuma dan diikuti dengan kematian istri pertama Takahito Satsuma, mengiris hati. Tokoh jahat sekaligus diperkenalkan di sini, yaitu istri kedua Takahito, Rika yang tidak punya asal usul jelas. Kelicikannya segera membawa tangannya untuk menukar bayi yang baru lahir tsb dengan Natsume keponakannya sendiri. Kakak si Rika yang meninggal juga beberapa hari sebelumnya waktu melahirkan Natsume.
Apalagi ayah Natsume yang tidak jelas karena profesi sang ibu yang tidak jelas juga. (hahhaha, plesetan nih, maksudnya profesinya harusnya pakai tanda kutip).

Bayi yang asli anak Tuan Satsuma dibuang di depan satu biara Fransiskan di kota yang sama. Pastur Peter dan Suster Marie Claire kemudian memutuskan untuk merawat bayi tsb dan memberinya nama Yuki, yang berarti salju karena ditemukan di depan pintu ketika badai salju mengamuk. Sementara bayi “palsu” di keluarga Satsuma diberi nama Masako. Cerita terus bergulir, Pastur Peter berpulang, Yuki tumbuh dewasa.

Yuki menjadi pengajar di sekolah minggu di lingkungan biara tsb. Pertemuan pertama dengan Shinichi Serizawa menjadi awal dari berlanjutnya kisah ini. Perkenalan, pendekatan, akhirnya membuahkan hasil, bahkan Shinichi menjadi salah satu pengajar di sekolah minggu itu. Keakraban terbina di antara keduanya.

Di bab-bab berikutnya, konflik mulai dibangun, perjodohan keluarga Serizawa dengan keluarga Satsuma, kemudian mantan pacar Shinichi yang berusaha menggaet kembali Shinichi, si Keiko Hattori dengan segala cara yang dihalalkan. Termasuk kerja sama dengan sang sepupu Takeshi Hattori untuk membangkrutkan perusahaan Serizawa.

Tokoh demi tokoh bermunculan, konflik yang dibangun mencapai puncaknya ketika jati diri Yuki sebagai putri asli Tuan Satsuma terungkap dan Masako yang bukan putri sang jutawan ketahuan, pertobatan Takeshi, politik hutang budi antara keluarga Satsuma dan keluarga Serizawa mewarnai bab-bab berikutnya. Kematian Shinichi dalam usahanya melindungi Yuki dari tembakan merupakan anti-klimaks dari novel ini.

Cerita masih bergulir beberapa halaman lagi, tiba-tiba setting waktu berpindah ke Bandara Narita di Tokyo di bulan Desember 2007. Menggambarkan pertemuan tidak sengaja 2 orang kulit putih Paul Watson dan Mary Anderson, yang berbincang ngalor ngidul dan justru menemukan bahwa adanya keterkaitan nenek moyang mereka di masa lalu. Bisa diduga, bahwa kakek nenek canggah mereka adalah Shinichi Serizawa dan Yuki Satsuma. Pertanyaan dari penulis di penutup cerita: “apakah Paul adalah titisan Shinichi dan Mary adalah Yuki yang terlahir kembali untuk menyelesaikan kisah kasih mereka yang tak tersampaikan di masa lalu, hanyalah Tuhan yang tahu”......

Secara umum, novel ini sangat menarik untuk dibaca, sebagai pengisi waktu, bacaan ringan dan sekaligus roman dengan gaya yang khas dan unik. Komentar saya cuma satu saja, yaitu bagian-bagian terakhir terkesan terburu-buru dan memperpendek alur cerita, sehingga terasa tiba-tiba sudah sampai di akhir cerita. Sebagai novel pertama, sungguh layak novel ini dipujikan untuk menjadi koleksi. Apalagi jika novel ini diberikan langsung dan ditandatangani oleh penulisnya, sangat memiliki makna khusus.

Saturday, May 31, 2008

NHK interview -- di blog orang!

Aku lagi iseng malem ini, lupa nanya Bu Lily ataupun Ayumi-san soal siarannya di NHK (karena biasa take it for granted kalau Pak Harry selalu memberitahu dan merekam siaran ke keping CD dan dikasih aku kalau di RSI Mediacorp). Terus abis dari Jepang, kan aku ke HK n Bali dalam waktu yang sangat berdekatan... Jadi ya, I completely forgot to ask about it.

So surprised to find this person -- I assume he/she lives in Japan, n definitely is able to understand Bahasa Indonesia... -- and with Google's help, I found this post about my NHK interview.

Don't ask me artinya apa itu huruf Jepangnya, karena aku bisa dibilang "buta huruf kotak2" -- well, cuma bisa mengenali sedikit sekali karakter sih... So I have dropped an e-mail pakai Bahasa Indonesia (hahahha, PD amat kumat, kan pasti NHK Siaran Indonesia yang harus reply me?). Dari pengalaman, lebih enak nulis dan ngomong Bahasa Indonesia ke orang Jepang yang bisa Bahasa Indonesia hehehe. Aku tanya apakah mungkin die-mail ke aku tuh podcast siaran, karena di website NHK Bahasa Indonesia sistemnya arsip cuma seminggu doang...

BTW, resensi Pak Harry juga diblog sama orang lho...

Kayaknya orang-orang di atas memang sukanya bikin arsip artikel / acara yang menarik perhatian mereka. Terima kasih, Arigato gozaimasu!

Ini blog dari Jepang

2008年 04月 20日
インドネシアの作家・Yunisa Gunawanのインタビュー@ラジオ日本

インドネシアの作家・Yunisa Gunawanのインタビュー@ラジオ・日本
ラジオ・日本のインドネシア語のページに出ていました。
ジョグジャカルタ出身でシンガポール在住の作家・Yunisa Gunawanさんです。
聞き手は、リリ・ユリアンティ(Lily Yulianti)さん。
来週の日曜日の夕方まで聞けます。

Sabtu 19 April
Wawancara dengan penulis novel remaja, Yunisa Gunawan
http://www.nhk.or.jp/nhkworld/indonesian/top/index.html



"Sakura Bersemi di Yokohama"

Yunisa Gunawanさんの小説:"Sakura Bersemi di Yokohama"
Yunisa Gunawanさんのブログに今回のインタビューについて詳しく出ています。

Wednesday, April 23, 2008

Resensi Suhu Gede udah jadi hehe

from Joseph Chen
to Yunisa
date Apr 23, 2008 2:58 PM

*bla bla*

Pertanyaan terakhir, resensi novel kamu mau dibikin di KoKi yang sekarang, apa nunggu sisan di New KoKi....??

Wis ah, ta'tunggu your thoughts ya......


Balasan Yunisa: Resensi terserah Suhu deh, aku lagi mumet belon upload foto Jepang

Sunday, October 28, 2007

Ki Ageng (Dr BS) likes this novel!

Horeeee Ki Ageng suka novelku :)

Dearest Yunisa,
Apa kabar ? Lama tak kontak. Moga moga semuanya baik. Bagaimana novel yang ke dua ? Yang pertama saya baca bagus sekali. Sangat intens

The first one I read is very good. Very intense.

Ini dari friendsterku hehehhee. So I still owe a reply to Ki Ageng, updating my news.

Thursday, September 06, 2007

:)

Forget to write this. I am so happy that finally, one person likes my ending for Sakura Bersemi di Yokohama! Thank you, Venny! Hehehehe =D Tidak sia2 dibawain novelnya terbang sampai L.A. Habis dilahap dalam sehari baca. (Rekor).
"Bahasa Indo elu berarti bagus banget ya, 'tergopoh-gopoh'... itu kan gak dipakai sehari-hari..."
Hahahaha, Ven, itu kan ada di buku cerita anak-anak zaman kita kecil.
"Kalau Yuki jadi sama XXX (sensor - Red, biar yang belum baca gak tau), gw malah gak rela... Emang bagus dijadiin sama YYY, tapi kalau dia jadi sama T (bocoran), lebih puas."
LOL. Ternyata yang suka T bukan cuma my sis (Riana), tapi juga Venny. Waktu kutanya, "Why? Simpati ya karena dia tokoh jahat yang bertobat?"
"Kalau XXX gak elu bunuh, mungkin elu gak diprotes pembaca... Kan tragis tuh."
Yunisa: "Kalau XXX gak dibunuh, Yuki gak hidup dengan tenang."
HAHHAHA, pengarang emang egois, suka-suka bikin ceritanya.
Greetings from New York City, kayaknya mau masuk angin nih...

Thursday, June 14, 2007

When I feel touched...

Oh well, maybe it's quite normal. But I am so used to people saying to me, "Oh you are a novelist!" or "Can I learn writing from you?" It happens all the time and I am sort of immuned and uninterested with such "standard praise / opening line". Even in the office, I am so used to the teasings that I write romance. Jerry once joked, "Everyone in Gallup writes about engagement: customers' engagement, employees' engagement, but you write about romantic engagement!"

But today is different. When I google "novel Sakura Bersemi di Yokohama", there is one link that wonders me: in Friendster, there is this girl who puts "Sakura Bersemi di Yokohama" as one of her favorite books. Mind you, she has never left me any message at all! Oh well, I do reply some of the messages I receive over multiply and friendster, subject to my availability (and whether it is a decent message).

For me, hers is the most touching appreciation for a writer. Similar to my father, who always asks his employee to rush to the two Gramedia book stores in Jogja to find my novel (to give to any guest / friend of his as stocks given to him are finished). He never expressed openly to me that he does that, but I have plenty extended ears at home hahaha...

With warmest gratitude,
Yunisa

Sunday, October 15, 2006

Bedah Buku oleh Mekar Sari

Resensi oleh: Mekar Sari Sutedja (sahabatnya adikku, Mayrinna Dewi, tidak ada hubungannya dengan Dr Dede Selamat Sutedja walau nama keluarganya sama hehehe)
Kayaknya bakal dimuat di harian Kedaulatan Rakyat (koran tertua di Indonesia, yang berada di kota kelahiranku, Yogyakarta). -- to be updated if it is published.
Belajar dari Sebuah Romantika Kehidupan

Judul: Sakura Bersemi di Yokohama
Penulis: Yunisa
Penerbit : Theriza Books, Bandung 2006
Tebal : 436 + xii
Harga : Rp. 39.000

Dalam hidup, ada tiga hal yang tidak bisa ditebak oleh manusia. Pertama, kelahiran. Orang tidak bisa memilih dimana dia akan dilahirkan, dalam keadaan apa, keluarga apa, sebagai pria atau wanita. Kedua, jodoh. Dia tidak akan tahu bagaimana, kapan, siapa dan dimana dia akan bertemu seseorang yang benar-benar menjadi cinta sejatinya. Dan yang ketiga, kematian. Dia tidak akan tahu kapan dan bagaimana dia akan berpulang. Berkutat pada tiga hal itu, tidak sedikit orang yang mencoba mencari jawaban dengan membaca banyak buku, mempelajari ilmu perbintangan, tahun kelahiran atau bahkan peruntungan nasib karena merasa tidak puas dengan jalan kehidupannya.
Lewat buku ini, pembaca diajak merenungi arti sebuah kesempatan, kejujuran, pilihan, dan penyesalan dalam hidup maupun perjalanan sebuah cinta. Buku ini merupakan salah satu Novel yang bersifat fiksi yang mampu mengangkat karya sastra anak Jogjakarta, mengingat penulisnya lahir dan besar di kota Jogja. Walaupun ini debutnya yang pertama, tetapi pengetahuan dan kecakapannya dalam bidang sastra dan banyak bahasa cukup membuktikan bahwa karyanya mampu menggelitik rasa emosional dan ketertarikan bagi si pembaca.
Buku ini merupakan Novel Roman yang alur ceritanya jelas, dan terbagi-bagi dalam beberapa subbab didalamnya. Jalan cerita roman ini sengaja dibuat menyimpang dari jalur yang diharapkan khayalak dan memberi kebebasan berpikir bagi para pembacanya. Berlatar belakang zaman Restorasi Meiji, buku ini menceritakan perjalanan hidup seorang gadis cantik dan cerdas bernama Yuki, bayi yang dibuang ditengah badai salju, yang menemukan cinta pertamanya pada Shinichi Serizawa, seorang pria rupawan dari keluarga terpandang yang pernah merasakan pahitnya cinta. Namun ternyata, Shinichi memutuskan untuk menerima perjodohan dengan Masako Matsuma demi membalas budi atas bantuan keluarga Satsuma yang menyelamatkan perusahaan Zerizawa dari ancaman gulung tikar. Keterlibatan Keiko Hattori, mantan tunangan Shinichi, munculnya playboy kawakan Dr. Toru Toshiyuki, serta seorang kawan lama, Takuya Tosha yang juga jatuh hati pada Yuki, membuat suasana semakin pelik…. Siapakah sebenarnya Yuki dan bagaimanakah akhir kisah ini ??
Dengan susunan kata-kata yang indah dan tepat, buku ini mampu menarik minat pembaca untuk terus menerus membacanya, “Once You Pop, You can't Stop!” Penggunaan kosakata - kosakata baru, penggalan – penggalan percakapan dalam bahasa Inggris, sepatutnya membuat para pembaca merasa lebih dilatih dalam berbahasa. Tersiratnya nasehat-nasehat didalamnya yang bukan sekedar Novel Percintaan belaka, membuat buku ini layak untuk dibaca karena bersifat mendidik.

Learn from Life Romance


Reviewer: Mekar Sari Sutedja (my sister Mayrinna Dewi's bestfriend. Despite having the same surname as Dr Dede, both of them do not know each other hehehe)
Title: Sakura Blossoms in Yokohama
Writer: Yunisa
Publisher: Theriza Books, Bandung 2006
Pages: 436 + xii
Price: Rp 39,000
In life, there are three things unpredictable by man. First, birth. One could not choose where he/she will be born, in what kind of situation, to which family, as what sex/gender. Second, life partner. He/she will not know how, when, who and where he/she will meet someone who really becomes "the one". And the thir is the death. He/she will not know when and how he/she will die. In regards to those three, there are a number of people tried to look for the answer by reading many books, studied astrology, the birth year or even fortune reading because of feeling dissatisfied with his / her life path.

Through this book, the reader is asked to ponder the meaning an opportunity, honesty, the choice, and the regret in life and a journey of love.
This book was one of the novels shaped like a fiction, that could lift fellow literary work of Jogjakarta, as in fact, the writer was born and raised in Jogja city.
Although this is her first debut, but her knowledge and skillin literature and languages really proves that her work could intrigue the emotional curiosity and attract the interest of the reader.

This book is one of the novel with clear plot, and it's divided into parts in several sub-chapters inside.
This novel plot deliberately was made deviated from the expected storyline , hence it gives the readers a freedom to think.

With a background of Meiji Restoration time, this book told the life journey of a pretty and smart girl named Yuki, the baby that was exiled in the middle of the snowstorm, who found herfirst love for Shinichi Serizawa, a handsome man from the family, who had felt the bitterness of love.
However, Shinichi decided to accept the matchmaking with Masako Matsuma in order to repay the help from Satsuma family that rescued the Serizawa company from closing down.

The involvement of Keiko Hattori, ex fiance of Shinichi, the appearance of a veteran playboy, Dr. Toru Toshiyuki, as well as an old friend, Takuya Tosha who also fell in love to Yuki, made the situation increasingly complicated... Who is Yuki actually? and how will the end of this story be??

With the beautiful and exact wording, this book could attract the interest of the reader to continuously read it, as “Once you Pop, you can stop!" The vocabulary usage - the new vocabulary, the pieces of conversation in English, would make the readers feel getting trained in using languages.
The many advices implied inside make this book is not just a love novel, as this book is appropriate to read because it is also educational.

Sunday, August 27, 2006

Mr Harry Suhartanto's Review in Riau Pos (1)

Mr Harry informed me that his review has been published in Sumatra Ekspress / Sumeks (Palembang, South Sumatra) last week, either Tuesday or Monday, still can't find it [to be updated]
and today in Riau Pos.
Ckckck yang Riau Pos gak diedit sama sekali sama editornya! Keren banget ya Pak Harry :P



Friday, August 11, 2006

Resensi Pak Harry Suhartanto

Resensi dari Pak Harry Suhartanto, akan dikirim dan/atau dimuat (pasti hehe) oleh:
a. Pikiran Rakyat - Bandung
b. Riau Mandiri - Pekanbaru
c. Sumatera Ekspress - Palembang
d. Sumut Pos - Medan
(Kalau yang meresensi sudah berpengalaman, nulisnya emang beda yah hehehe)

Resensi

Novel "Sakura Bersemi di Yokohama"
Karya : Yunisa Gunawan

Buat para novel addict yang sudah lama menanti kehadiran sebuah novel love story yang khusus mengambil setting Jepang di masa lalu, mungkin karya perdana novelis muda Yunisa Gunawan ini bisa menjadi penawar kerinduan itu. Selama ini memang boleh dibilang sangat sedikit para novelis muda Indonesia yang punya keberanian untuk "lari" dari unsur kekinian dengan segala kemewahan di dalamnya. Apalagi jika target pembacanya adalah kaum ABG (anak baru gede). Ya, mirip seperti tema-tema sinetron lah!

Meski novel "Sakura Bersemi di Yokohama" berlatar belakang jaman kekaisaran Meiji namun jangan harap pembaca akan disuguhi adegan-adegan heroik yang sedang ngetrend pada jaman itu, seperti pertarungan hidup mati antara dua samurai untuk memperebutkan seorang gadis.

Jika Anda pernah menonton film "Titanic"-nya James Cameron yang menempatkan fakta sejarah tenggelamnya kapal pesiar itu hanya sebagai latar saja, maka demikian pula halnya dalam novel "Sakura Bersemi di Yokohama". Jaman kekaisaran Meiji dengan kebijakan restorasinya yang kemudian membuka isolasi Jepang dari dunia luar tampaknya dipilih Yunisa untuk memberi "aroma" lain dalam khasanah tematik novel-novel Indonesia saat ini.

Barangkali boleh diakui bahwa di sini terasa ada kesan "berani" dalam diri seorang Yunisa Gunawan untuk sedikit "nyleneh" dan tidak tunduk dan mbuntut saja pada popularitas genre novel love story yang kerap memamerkan kemewahan dan gemerlapnya kehidupan di kota besar seperti Jakarta.

Walaupun dalam novel ini Yunisa memunculkan banyak nama dan episode, sebenarnya alur cerita yang hendak disajikan Yunisa ternyata simple saja. Yakni tentang kehidupan tokoh sentralnya Yuki Satsuma yang hidup menderita pada awalnya tetapi kemudian menemukan kembali kehidupan yang sesungguhnya menjadi miliknya.

Kegetiran hidup Yuki berawal ketika ibunya meninggal saat melahirkan dia. Yuki, bayi mungil yang sengaja disingkirkan oleh ibu tirinya di awal kisah, kemudian ditemukan dan diasuh oleh para rohaniwan klan Fransiskan London yang mengabdikan diri di sebuah gereja di Yokohama.

Yuki, yang dibaptis dengan nama Michaela, mengabdikan sebagian masa hidupnya menjadi guru sekolah Minggu di gereja tersebut pada usianya yang masih belasan tahun. Padahal biasanya dalam kebanyakan genre novel love story, khususnya yang ditargetkan bagi kaum ABG metropolis, tokoh sentral seperti Yuki sering digambarkan sebagai anak baru gede yang hidupnya penuh hura-hura, seakan tanpa beban hidup dan jauh dari penderitaan.

Romantika dan konflik mulai mewarnai kehidupan Yuki bersamaan dengan masuknya Shinichi "Michael" Serizawa, seorang pemuda Jepang berpendidikan Barat ke dalam kehidupan Yuki. Shinichi sebenarnya sudah bertunangan dengan Keiko Hattori, seorang wanita yang pernah sama-sama kuliah di London. Namun ternyata Michael alias Shinichi ternyata lebih memilih Yuki sehingga membuat Keiko patah hati, kemudian menjerumuskan diri dalam kehidupan "liar" yang akhirnya membuatnya hamil dan bunuh diri.

Untuk memberi kesan dramatis, sebelum mati Keiko, yang menjadi tokoh antagonis bagi Yuki, mengutuk orang-orang yang paling dibencinya termasuk Shinichi yang disumpahi agar tidak bisa menikah dengan Yuki.

Di tengah liku-liku perjalanan hidupnya yang penuh cobaan, secara tak terduga Yuki bertemu dengan ayah kandungnya Takahito Satsuma, seorang pengusaha dan bangsawan kaya di Yokohama, yang akhirnya membuat hidup Yuki berubah drastis 180 derajat. Ayahnya pun akhirnya sadar bahwa Yuki telah menjadi korban kedengkian dan kerakusan istri keduanya, Rika, yang ternyata mengganti Yuki bayi dengan keponakannya sendiri yang kelak diberi nama Masako.

Kebencian Masako dewasa terhadap Yuki gara-gara ia dan ibunya, Rika, diusir oleh Takahito setelah kedok mereka terbongkar meledak menjadi luapan balas dendam berdarah yang akhirnya justru menewaskan Shinichi dan sekaligus menggagalkan niat Shinichi bersanding dengan Yuki.

Unhappy ending? Jawabannya, mungkin "ya", tapi mungkin juga "tidak". Sebab pada akhirnya Yuki Satsuma menikah dengan Takuya Tosha, seorang kawan lamanya, tepat di saat bunga-bunga Sakura bermekaran dengan indahnya di Yokohama.

Meski alur cerita novel "Sakura Bersemi di Yokohama" terkesan begitu sederhana namun Yunisa Gunawan berhasil menyelipkan berbagai episode dan konflik dalam kehidupan Yuki yang bak masakan malah menjadi "bumbu penyedap”. Misalnya tentang Shinichi yang terpaksa menerima pertunangan dengan Masako agar "ayahnya" Takahito Satsuma mau membantu perusahaan milik keluarga Serizawa yang berada di ambang kehancuran.

Atau tentang Keichi, teman senasib Yuki sewaktu di Panti Asuhan Gereja, ternyata diam-diam menaruh hati kepada Yuki.

Selain itu Yunisa juga tampaknya sengaja menyisipkan sense of humor a la Indonesia untuk membuat dialog-dialog dalam novel ini menjadi lebih "hidup" dan semakin nikmat untuk dibaca. Misalnya ketika Yuki setengah bergurau memplesetkan nama Shinichi Serizawa dengan "Serigala". Atau ketika mantan tunangan Shinichi yakni Keiko Hattori suatu saat memanggil Shinichi dengan "Shin-chan", tokoh kartun Jepang yang nakal tapi menggemaskan.

Di penghujung bagian Sinopsis-nya Yunisa Gunawan menulis, "... ada banyak hal yang terjadi di luar perhitungan manusia. Banyak hal pula dalam kisah ini yang tidak diduga pembaca." Ini yang membuat pembaca jadi ingin lebih tahu apakah novel itu berujung pada unhappy ending atau sebaliknya?

Nah, jika Anda penasaran tentang apa yang dimaksud Yunisa dalam penggalan kalimat di atas, silahkan nikmati halaman demi halaman novel "Sakura Bersemi di Yokohama". Seperti tertera di sampul depannya, "Once you pop, you can't stop!" (Sekali asyik menikmati, Anda tidak dapat menghentikannya!!")

++++
Note to Editor:

1. Yunisa Gunawan now works at a multi national company in Singapore.
2. Keterangan Novel
Judul: Sakura Bersemi di Yokohama
Penulis: Yunisa Gunawan
Penerbit : Theriza Books, Bandung 2006
Tebal : 436 + xii
Harga : Rp. 39.000
Review from Mr Harry Suhartanto

The review from Mr Harry Suhartanto , will be sent and/or published (for sure hehe) by:
A. Pikiran Rakyat - Bandung
B. Riau Mandiri - Pekanbaru
C. Sumatra Ekspress - Palembang
D. Sumut Post - Medan
(If the reviewer is experienced, it does make a difference, yeah? hehehe)
Review
Novel: "Sakura Bersemi di Yokohama"
Author: Yunisa Gunawan

For those novel addicts who have been waiting for a long time for a love story novel with a setting in the pastime of Japan, probably this first work of a young novelist Yunisa Gunawan could become the antidote for the yearning. Until now, indeed there might be very few young Indonesian novelists who have courage to "run" from the current trend element with all luxury inside. Moreover if the target reader is teenager. Yes, similar to the themes of the Indonesian soap opera!

Although "Sakura Bersemi di Yokohama" has a background in the time of Meiji empire, readers please don't hope to be offered heroic scenes that was "in" during that time, e.g. the struggle between life and death between two samurai to fight for a girl.

If you had watched "Titanic" of James Cameron that placed the history fact of the sinking of that cruise ship only as the background, so is "Sakura Bersemi di Yokohama". The Meiji empire time with his restoration policy that afterwards opened the Japanese isolation from the outside world apparently was chosen by Yunisa to give the other "aroma" in the thematic world of current Indonesian novels.

Perhaps it needs to acknowledge that there is a sense of "bravery" in Yunisa Gunawan herself to be a little bit "different" and did not submit and follow the popular genre of love story novels that often exhibit the luxury and sparkling life in big cities like Jakarta.

Although in this novel Yunisa shows many names and the episode, in fact the plot served by Yunisa is just simple. That is about the life of the leading figure: Yuki Satsuma who lived in suffering initially but afterwards she found again the real life that actually belonged to her.

Yuki's bitter life started when her mother died when giving birth to her. Yuki, the little baby was deliberately thrown away by her stepmother in the beginning of the story, then was found and taken care of by the London's Franciscan clan who dedicated themselves in a church in Yokohama.

Yuki, baptised by the name of Michaela, dedicated some of her life period by becoming a Sunday School teacher in that church during her teenage years. Usually, in most genres of love story novels, especially those aimed at metropolis teenagers, the leading figure like Yuki is often depicted as glamorous teenager, as though without the burden of the life and far from the suffering.

Romance and the conflict began to influence Yuki's life along with the entry of Shinichi "Michael" Serizawa, a young Japanese man with Western education into the Yuki's life. Shinichi in fact had ever been engaged to Keiko Hattori, a lady who had been together studied in London. However, Michael alias Shinichi chose Yuki and that made Keiko brokenhearted, afterwards plunged herself into a wild life that resulted in her pregnancy and finally, suicide.

To give the dramatic impression, before she died, Keiko, who became the leading antagonist for Yuki, condemned people whom she hated the most, including Shinichi -- who was cursed not to be able to marry Yuki.

In the middle of the intriques of her life journey, unpredictably Yuki met his biological father, Takahito Satsuma, a businessman and the rich noble in Yokohama, who finally had made the Yuki's life changed drastically, 180 degrees. His father then realised that Yuki was a victim of the hatred and greed of his second wife, Rika, who had replaced baby Yuki with her own niece, which later was named Masako.

Grown-up Masako's hatred to Yuki -- because she and her "mother", Rika, were expelled by Takahito after their cover-up was exposed -- exploded becoming a overflowed bloody revenge that in the end, killed Shinichi and at the same time, thwarting Shinichi's intention to tie a knot with Yuki.

Unhappy ending? The answer is, maybe "yes", maybe "no". Because in the end, Yuki Satsuma married Takuya Tosha, her childhood friend, precisely when Sakura's flowers blossomed beautifully in Yokohama.

Although the story plot of "Sakura Bersemi di Yokohama" apparently is so simple, Yunisa Gunawan succeeded in slipping various episodes and conflicts in Yuki's life -- like cooking, it even became the "spices". For example, about Shinichi who was forced to accept the engagement with Masako so that "her father" (Takahito Satsuma) would help the Serizawa's company that was almost bankrupt.

Or about Keichi, a friend who shared the same destiny as Yuki when she was in the Church Orphanage, secretly was falling for Yuki.

Moreover Yunisa is also apparently deliberately inserting some sense of humour a la Indonesia to make dialogues in this novel to more "lively" and increasingly enjoyable to read.

For example when Yuki half joked calling Shinichi Serizawa's name with (Serigala) "Wolf". Or when Shinichi's ex fiance named Keiko Hattori at one time called Shinichi with "Shin-chan", the naughty and cute Japanese cartoon figure.

At the end of her synopsis, Yunisa Gunawan wrote, "... There were many matters that happened apart from human calculation. There are also many matters in this story that would not have been expected by the reader." This is what makes the readers are more curious whether the novel has unhappy ending or is it the reverse?

So, if you are curious about what Yunisa means to say in the above piece of the sentence, please enjoy page by page of "Sakura Bersemi di Yokohama". As being put in the front cover, "Once you pop, you can't stop!" (Sekali asyik menikmati, Anda tidak dapat menghentikannya!!)
++++
Note to Editor:
1. Yunisa Gunawan now works at a multi national company in Singapore.
2. Novel's information
Title: Sakura Bersemi di Yokohama
Author: Yunisa Gunawan
Publisher: Theriza Books, Bandung 2006
Pages: 436 + xii
Price : Rp. 39.000

Wednesday, July 19, 2006

Novel Review in Batam Pos


Hurray, my novel's review is published in Batam Pos. Kindly refer to my posting titled "Review from Nunik Utami"

From: NUNIK SUSILO
Sent: Wednesday, July 19, 2006 14:20 PM

To: Yunisa
Subject: Resensi Sakura

Dear Yunisa, pa kabar? Cuma mau kasih tau, resensi Sakura Bersemi udah dimuat. Wahh, lama juga ya pemuatannya, ternyata ada kesalahan teknis dari editornya. Kemarin udah aku tanya sih, dan akhirnya muncul juga...Met menikmati ya...

Benang Kusut Diluruskan

Senin, 17 Juli 2006
Oleh: Nunik Utami A

Hebat. Itu kata pertama yang muncul di benak saya untuk penulis buku ini. Di usianya yang masih muda ia mampu menciptakan novel yang berlatar belakang Jepang pada zaman Restorasi Meiji (tahun seribu delapan ratusan). Ini membuktikan bahwa menulis novel memang harus memiliki pengetahuan yang luas agar novelnya terasa “berisi”.

Yuki, tokoh utama dalam novel roman ini adalah seorang gadis Jepang yang dibuang oleh ibu tirinya. Ia ditemukan oleh seorang Pastur di depan kapel, di tengah badai salju. Yuki adalah gadis pintar. Ia bekerja sebagai pengajar di sekolah minggu yang bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris. Dalam hidupnya, banyak pria yang menaruh hati padanya, membuatnya menjadi gadis yang beruntung. Dan sekaligus gadis yang malang karena kisah hidupnya tak selalu berjalan mulus.

Shinichi Serizawa alias Michael, seorang pemuda dari keluarga kaya jatuh cinta pada Yuki. Menurutnya, Yuki adalah gadis yang berbeda dari yang lain, apalagi dengan Keiko, mantan kekasihnya. Ternyata Yuki juga mencintai Mike. Ia melihat Mike sebagai pribadi yang baik, dan bukan memandangnya sebagai putra keluarga terpandang.

Namun cinta mereka mengalami berbagai halangan. Mulai dari Keiko yang ingin kembali bersama Mike juga Keichi (asisten Yuki di Sekolah Minggu) yang juga jatuh hati pada Yuki. Sepertinya Keiko benar-benar tidak rela kalau Mike akhirnya menikah dengan Yuki. Maka Keikopun merancang rencana jahatnya. Berhasilkan Keiko? Bukan Cuma itu, Ibu Mike juga ternyata tak setuju anaknya menikah dengan Yuki… Padahal…

Belum cukup sampai disitu, cinta antara Mike dan Yuki juga terus diterpa badai, hanya karena Mike adalah anak tunggal keluarga Serizawa, juga karena Mike bertanggung jawab atas sesuatu hal yang sangat berat. Ditambah lagi Rin, sahabat dekat Yuki yang ternyata juga mencintai Mike.

Dalam kesedihan yang terus datang bertubi-tubi, Yuki juga tak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat kelak ia akan bertemu keluarganya. Akankah ia bertemu? Berbagai konfik demi konflik diciptakan oleh penulis. Membuat novel ini terasa padat dan jauh dari membosankan. Bagaimanakah akhir dari novel ini? Siapakah pria yang akhirnya menikahi Yuki? Akankah ia menemukan kebahagiaan di akhir cerita? Silakan temukan jawabannya di novel ini. Kepiawaian penulisnya menjadikan novel ini berhasil ditutup dengan manis, seperti benang-benang kusut yang akhirnya berhasil diluruskan.

keterangan buku
Judul : Sakura Bersemi di Yokohama
Pengarang : Yunisa
Jenis : Novel Roman
Penerbit : Theriza Books
Tebal : 436 hal + xii
Harga : Rp 39.000

Tuesday, May 23, 2006

Resensi dari Mayrinna

Penulis Resensi : Mayrinna Dewi Edy Gunawan

Banzai~!!! Akhirnya ada juga novel yang berbobot dan bisa dibaca oleh berbagai kalangan baik itu tua ataupun muda—asalkan Anda berjiwa muda saja sudah cukup, hehe.. (“,) Jika Anda tertarik pada cerita dengan latar belakang Jepang, atau menginginkan bacaan bermutu untuk seluruh keluarga, novel ini sudah pasti cocok sebagai tambahan koleksi. (oke, iklannya cukup sampai di situ aja…>.<)
“Sakura Bersemi di Yokohama” ini sudah pasti menjanjikan banyak drama yang mengharu-biru. Meskipun demikian, konflik demi konflik yang muncul sudah tertata sedemikian rupa dengan manisnya sehingga novel ini tidak akan terasa terlalu ‘cheesy’ atau ‘lame’.
Pembaca akan merasa ‘completely hooked’ dengan gaya bahasa pengarang yang ‘catchy’—menggunakan istilah-istilah percakapan Bahasa Inggris yang umum dipakai sehari-hari dan disisipi dengan ungkapan-ungkapan dalam Bahasa Jepang yang tentunya mudah dimengerti. So, walaupun Anda tidak punya hobi membaca, novel ini dijamin akan memberi kepuasan tersendiri karena selain cukup mudah dicerna, novel ini jelas berbeda dengan novel-novel yang saat ini tengah beredar di pasaran.
Selain itu, pengarang menyajikan berbagai adegan roman yang hangat-hangat kuku, mulai dari kata-kata gombal semacam sayang, dear, darling, honey yang diobral, menghujani cewek dengan berbagai hadiah, menyerenade (nyanyi buat si cewek di bawah jendela), kejar-kejaran di tepi pantai, sampai berperahu berdua, dan tentu saja diselingi dengan joke-joke yang renyah.
Cerita novel ini berkisar tentang nasib Yuki, seorang gadis yang sewaktu bayi dibuang di tengah badai salju oleh ibu tirinya, kisah cintanya yang upside-down, perjuangannya yang gigih dalam memegang teguh nilai-nilai moral menghadapi terpaan masalah yang datang bertubi-tubi (haha, maaf tidak ada spoiler lebih lanjut… ;p). Akankah Yuki berhasil mendapatkan kebahagiaannya?
Jadi, para penggemar manga (komik Jepang), anime, dan drama-drama Jepang maupun Korea, jangan sampai kelewatan untuk membaca novel ini, karena novel ini dijamin tidak kalah seru! ^ ^
(Disclaimer: Meski review ini dibuat khusus untuk my beloved Yunisa-neechan, tapi review ini purely based on Mayrinna’s personal opinion, without any biased. Hence, the reviewer would not be held liable in case of any agreements or disagreements arise. ^ ^;; teehee)

Reviewer: Mayrinna Dewi Edy Gunawan

Banzai~!!! Finally there is such a great novel that could be read by various people, young or old, as long as you stay young at heart, that’s enough hehe.. (“,) If you are interested in a story with Japanese background, or want a high quality reading material for the whole family, this novel must be added to your collection. (OK, advertisement stops here! >.<)

“Sakura Bersemi di Yokohama” promises many dramas that take your heart away. Nevertheless, conflict by conflict that emerge have been organised in such a way of sweetness so that this novel will not be felt as too “cheesy” or too “lame”.

The reader will be “completely hooked” with the writer's literary style that is “catchy” in using conversational terms in general daily English and with the expressions in Japanese that is definitely easy to understand. So, although you did not have reading as your hobby, this novel is guaranteed to give special satisfaction because apart from being easy enough to digest, this novel is clearly different from novels that are presently circulating in the market.

Moreover, the writer presented various romantic scenes in a heart-throbbing way, from rag words like “love, dear, darling, honey” that was sold off, showered the girl with various gifts, serenade (singing for the girl under the window), the chase in the coastal bank, to rowing for the two, and of course it came in between with crispy jokes.

This novel’s story revolved about Yuki’s fate, a girl whose baby time was exiled in the middle of the snowstorm by her stepmother, her upside-down love story, her struggle with determination holding the moral values firmly in facing various problems that attack continuously (haha, sorry, no more spoiler… ;P) Would Yuki succeed in getting her happiness?

So, the lovers of manga (the Japanese comic), anime, and Japanese and Korean dramas, don’t miss to read this novel, because of this novel is guaranteed comparably exciting! ^ ^

(Disclaimer : Although review this was made especially for my beloved Yunisa-neechan, but the review is purely based on Mayrinna’s personal opinion, without any biased. Hence, the reviewer would not be held liable in case of any agreements or disagreements arise. ^ ^;; teehee)

Monday, May 22, 2006

Review from Nunik Utami

(Will be sent to Batam Pos)
Penulis Resensi : Nunik Utami Ambarsari
Judul : Sakura Bersemi di Yokohama
Pengarang : Yunisa
Jenis : Novel Roman
Penerbit : Theriza Books
Tebal : 436 hal +xii
Harga : Rp 39.000

Hebat. Itu kata pertama yang muncul di benak saya untuk penulis buku ini. Di usianya yang masih muda ia mampu menciptakan novel yang berlatar belakang Jepang pada zaman Restorasi Meiji (tahun seribu delapan ratusan). Ini membuktikan bahwa menulis novel memang harus memiliki pengetahuan yang luas agar novelnya terasa “berisi”.

Yuki, tokoh utama dalam novel roman ini adalah seorang gadis Jepang yang dibuang oleh ibu tirinya. Ia ditemukan oleh seorang Pastur di depan kapel, di tengah badai salju. Yuki adalah gadis pintar. Ia bekerja sebagai pengajar di sekolah minggu yang bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris. Dalam hidupnya, banyak pria yang menaruh hati padanya, membuatnya menjadi gadis yang beruntung. Dan sekaligus gadis yang malang karena kisah hidupnya tak selalu berjalan mulus.

Shinichi Serizawa alias Michael, seorang pemuda dari keluarga kaya jatuh cinta pada Yuki. Menurutnya, Yuki adalah gadis yang berbeda dari yang lain, apalagi dengan Keiko, mantan kekasihnya. Ternyata Yuki juga mencintai Mike. Ia melihat Mike sebagai pribadi yang baik, dan bukan memandangnya sebagai putra keluarga terpandang.

Namun cinta mereka mengalami berbagai halangan. Mulai dari Keiko yang ingin kembali bersama Mike juga Keichi (asisten Yuki di Sekolah Minggu) yang juga jatuh hati pada Yuki. Sepertinya Keiko benar-benar tidak rela kalau Mike akhirnya menikah dengan Yuki. Maka Keikopun merancang rencana jahatnya. Berhasilkah Keiko? Bukan cuma itu, Ibu Mike juga ternyata tak setuju anaknya menikah dengan Yuki… Padahal…

Belum cukup sampai disitu, cinta antara Mike dan Yuki juga terus diterpa badai, hanya karena Mike adalah anak tunggal keluarga Serizawa, juga karena Mike bertanggung jawab atas sesuatu hal yang sangat berat. Ditambah lagi Rin , sahabat dekat Yuki yang ternyata juga mencintai Mike.

Dalam kesedihan yang terus datang bertubi-tubi, Yuki juga tak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat kelak ia akan bertemu keluarganya. Akankah ia bertemu?

Berbagai konfik demi konflik diciptakan oleh penulis. Membuat novel ini terasa padat dan jauh dari membosankan. Bagaimanakah akhir dari novel ini? Siapakah pria yang akhirnya menikahi Yuki? Akankah ia menemukan kebahagiaan diakhir cerita? Silakan temukan jawabannya di novel ini. Kepiawaian penulisnya menjadikan novel ini berhasil ditutup dengan manis, seperti benang-benang kusut yang akhirnya berhasil diluruskan

Reviewer: Nunik Utami Ambarsari
Title: Cherries Blossom in Yokohama
Writer: Yunisa
Classification: Romance novel
Publisher: Theriza Books
Pages: 436+xii
Price: Rp 39.000
Great. That's the first word that emerged in my mind for the writer of this book. In her young age, she could create the novel's background of Japan in the Meiji Restoration time (the year one thousand eight hundreds). This proves that writing novel must indeed have a wide knowledge so that her novel is "rich".
Yuki, the main leading figure in this romance novel was a Japanese girl, who was exiled by his stepmother. She was found by a pastor in front of a chapel, in the middle of the snowstorm. Yuki was a clever girl. She worked as the teacher in the Sunday school whose lesson was conducted in English. In her life, many guys were interested in her, made her become a lucky girl. And at the same time she's suchan unfortunate girl because the story of her life always did not go smooth.
Shinichi Serizawa alias Michael, a young man from a rich family fell in love with Yuki. According to him, Yuki was a girl, who was different from that other; moreover compared with Keiko, his former sweetheart. Evidently, Yuki also loved Mike. He saw Mike as a good person, and not looked at him as the son of a reputable family.

However, their love experienced various obstacles. Starting with Keiko, who wanted to get back with Mike, and also Keichi (Yuki's assistant in the Sunday School) who also fell in love with Yuki. Apparently, Keiko was really unwilling if Mike finally would marry Yuki. Then Keiko drafted her evil plan. Was Keiko successful? Not only that, Mike's mother obviously also did not agree of his son would marry Yuki. In fact...

It was not ended there, the love between Mike and Yuki also continued to be in a rollercoaster storm. Not only because Mike was the Serizawa family's only child, Mike was also responsible for a very difficult matter. In addition, Rin -- the close friend of Yuki, also loved Mike.

The sadness continued to repeat, Yuki also had not stopped hoping that at one time in the future she would meet his family. Would she meet?

Various confict by conflict were created by the writer. It makes this novel solid and far from boring. How is the ending of this novel? Who was the man who finally married Yuki? Would she find the happiness on the end of the story? Please find the answer in this novel. The writer's expertise makes this novel succeed in being ended sweetly, like tangled threads that finally had been managed to be straightened successfully.