The following is my answer to Mr Harry Suhartanto, Radio Singapura Indonesia during our initial discussion on my novel...
Dear Yuni,
Boleh aku mengemukakan pendapat kan Yun? Maybe ini belum "fair" karena aku belum baca novelnya secara lengkap.
1. I am just wondering kenapa harus berlatar Restorasi Meiji?
What is so special about it? Kenapa misalnya nggak jaman sekarang aja?
Apalagi konsep playboy dalam diri Dr Toru kan baru muncul jauh setelah jaman Meiji..!!
Jawab: Waktu awal nulis, saya lagi tergila-gila sama komik Jepang yang latarnya zaman Jepang mulai dimasuki orang2 Barat (jadi bajunya mulai ada yang gak pakai kimono gitu)... Terus saat yang sama, I found this old history book in my cupboard (I think it belonged to my aunt) --> pas buka, wah ada Restorasi Meiji (pas SMP-SMA, saya tidak pernah belajar itu, jadi merasa tertarik sekali hehehe).
I think karakter playboy itu ada sejak zaman dulu, e.g. raja2 (baik kerajaan Hindu, Budha, Islam, kekaisaran Cina, raja2 Perancis) pasti punya istri banyaaakkkk (resmi dan tidak resmi). So I felt like putting one playboy character inside :P Kayaknya kalau bikin cerita, kurang afdol tanpa tokoh playboy hahhaha...
Terlalu banyak tokoh?
2. Kehadiran tokoh sentralnya, Yuki, agak kurang menonjol karena "banyaknya" tokoh-tokoh lain di sekitar dia.
Maybe pambaca awam akan merasa kehilangan fokus - kepada siapa sebenarnya perhatian harus diberikan.
Pembaca "awam" Indonesia tentu nggak terbiasa dengan nama-nama Jepang sebanyak itu. Maybe!
Sekali lagi mungkin aku perlu baca novelnya secara keseluruhan. So pendapatku nanti akan lebih komprehensif dan adil.
Jawab: Memang kebanyakan tokoh sih, kan gayanya drama -- telenovela (satu cewek diperebutkan banyak cowok) hahaha. Tapi gak sepanjang Tersanjung kok :P Kayaknya kalau difilmkan, ibu2 pasti inget wajahnya pemain rather than inget nama tokohnya yah?? hehehhe Mmm, mungkin buat pembaca yang tidak biasa sama nama Jepang, agak susah juga... Tapi kalau anak muda pecandu manga, pasti no problem hehehhe :D (di Bandung ada majalah Animonster?? khusus pecinta manga, wah kaget banget pas pulang kemarin... ternyata Indo lebih maju soal ginian dibanding Spore).
Saran
3. Kalo kamu memang senang dengan suasana Jepang, kenapa nggak nyoba nulis novel dengan background di
sekitar Pangkalan Militer Amerika di Pulau Okinawa. Cuma usul, siapa tau bisa dipertimbangkan.
Kamu hebat, aku aja yang lulusan Fak Sastra Inggris UI malah nggak minat nulis novel. He...he..!!
Jawab: Minat orang kan lain-lain, Pak... Kalau emang tidak minat, ya jangan dipaksa nulis novel hehehe...
Saya blm pernah ke Jepang, jadi benernya nekad banget nulis tempat yang belum pernah dikunjungi hahhaha... Pangkalan Militer Amerika di P. Okinawa, boleh dikunjungi publik??
Anyway, saya lagi plan to finish my trilogy of teen-lit, cuma belum sreg ending buku ke-3 nya, jadi sekarang lagi gathering ideas dulu... (I always change my mind about how the story should end hiks hiks).