Trilogi Schoolaholic Princess

Trilogi Schoolaholic Princess
The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta

Count Down

Lilypie Next Birthday Ticker

Search This Blog / Cari di Blog ini

Showing posts with label KoKi. Show all posts
Showing posts with label KoKi. Show all posts

Friday, August 27, 2010

Peace, Love, and Hope



OK, my lil sis is there (Singapore, Merlion, I was the cameraman 2 years ago).
I think the Japanese girl is very cute and the background is cherry blossom!!!

Wednesday, July 09, 2008

Komentar dari Juwita

Isi reply saya, rahasia yaaa
--------------------------------
from "Juwita S."
to Yunisa
date Jul 9, 2008 6:18 AM
subject sudah kelar..


Hallo Yunisa cah ayu.. aku sudah kelar baca novelnya, 3 hari habis, aku ngebut sreeet..jreeng.. yaah.. Shinichi kok dimatiin, Yun? Aku sedih banget.

Good story, it runs smoothly.. cuman bagian Persaingan yang rada 'dragging', juga menurut aku too many death events, sepertinya kematian dipakai sebagai point akan terjadinya kejadian yang baru, apakah untuk memudahkan jalannya cerita?

Nah, demikian, Yun, pengamatan asal2an dari Juwi, hihi...

Friday, June 13, 2008

Resensi Suhu JC

... Aku masih kagum sama imajinasimu, sekaligus gondok, kesan kesusu (terburu-buru) di akhir cerita kuat banget...

Sabar,sabar, saya lagi nulis detil cerita sambungan yang dibilang "kesusu" itu... biar orang nggak pada gondok lagi... Suhu JC bukan orang pertama yang komplain, dan bukan orang terakhir heheheh =D Pernah tuh temenku, lagi makan, ngobrol sana sini, tau-tau OOT (out of topic) dia ngomong:
"Eh Yun, orang Jepang bisa berubah jadi bule Amerika ya?"
Aku nggak ngeh, sampai akhirnya dia ngakak n bilang, "Itu tuh novelmu!"
*O*

Karena resensi Suhu gak lolos sensor Zeverina (atau mungkin dia bakal mau tayang setelah Z selesai baca novelnya), bagi KoKiers yang penasaran, inilah resensi Suhu Josh Chen - Global Citizen... Paragraf pembukaannya terlalu panjang hehehe

Resensi Buku: Sakura Bersemi di Yokohama
A Novel by Yunisa
(Josh Chen – Global Citizen)

“Once you pop, you can’t stop!”

Itu adalah “tag” yang tertulis di paling atas novel asik ini. Seorang KoKier yang termasuk nama lama di KoKi, yang sekarang bermukim dan nyangkul di Negeri Singa, ternyata adalah salah seorang novelis handal.

Masih jelas dalam ingatan saya waktu mendapat telepon dari Yunisa dan kemudian ngobrol sekitar 40 menit. Ternyata obrolan ini berlanjut dan saya harus rela jadi ‘korban’ untuk jadi kelinci percobaan sang Suhu Cilik ini. Julukan Suhu Cilik pun bermula dari saya karena ‘ilmu silat’ yang cukup mumpuni dari Yunisa.

Setelah sempat ketemu sesudahnya, barulah saya menyadari bahwa penulis ini adalah sosok yang sangat concern dengan self development, rasa percaya diri yang sangat tinggi, kemampuan yang tidak biasa, dan makin menguatkan kesan tsb setelah tahu bahwa ada sebuah novel yang dihasilkannya. Novel yang berjudul Sakura Bersemi di Yokohama ini merupakan novel pertama.

Setelah melewati jalan panjang berliku bahkan sempat ditolak oleh ‘induk semang’ kita yaitu Gramedia, akhirnya novel tsb diterbitkan oleh penerbit lain.
Sebagai novel pertama, saya berani bilang: luar biasa!!

Alur cerita yang berkembang, plot yang melompat dari masa lalu kemudian ke masa kini berjalan cepat, imajinasi penulis yang berkembang ‘liar’ menjadi warna tersendiri novel ini. Plot yang memang antara ‘sederhana-tidak sederhana’ menjadikan novel roman ini asik dijadikan bacaan ringan.

Dinobatkan sebagai ‘bukan first-tier’ dengan alasan, saya ini bukan orang yang langsung hantam baca habis setelah novel tsb di tangan, menjadikan saya tersenyum sendiri. Novel yang langsung didapat dari tangan sang penulis sekaligus ditandatangani, menjadikan novel ini jadi nilai tersendiri bagi saya.

Cerita dibuka dengan setting tahun 1855 di Yokohama. Asal-usul tokoh utama novel ini, bergulir cepat. Kelahiran seorang anak perempuan keluarga Satsuma dan diikuti dengan kematian istri pertama Takahito Satsuma, mengiris hati. Tokoh jahat sekaligus diperkenalkan di sini, yaitu istri kedua Takahito, Rika yang tidak punya asal usul jelas. Kelicikannya segera membawa tangannya untuk menukar bayi yang baru lahir tsb dengan Natsume keponakannya sendiri. Kakak si Rika yang meninggal juga beberapa hari sebelumnya waktu melahirkan Natsume.
Apalagi ayah Natsume yang tidak jelas karena profesi sang ibu yang tidak jelas juga. (hahhaha, plesetan nih, maksudnya profesinya harusnya pakai tanda kutip).

Bayi yang asli anak Tuan Satsuma dibuang di depan satu biara Fransiskan di kota yang sama. Pastur Peter dan Suster Marie Claire kemudian memutuskan untuk merawat bayi tsb dan memberinya nama Yuki, yang berarti salju karena ditemukan di depan pintu ketika badai salju mengamuk. Sementara bayi “palsu” di keluarga Satsuma diberi nama Masako. Cerita terus bergulir, Pastur Peter berpulang, Yuki tumbuh dewasa.

Yuki menjadi pengajar di sekolah minggu di lingkungan biara tsb. Pertemuan pertama dengan Shinichi Serizawa menjadi awal dari berlanjutnya kisah ini. Perkenalan, pendekatan, akhirnya membuahkan hasil, bahkan Shinichi menjadi salah satu pengajar di sekolah minggu itu. Keakraban terbina di antara keduanya.

Di bab-bab berikutnya, konflik mulai dibangun, perjodohan keluarga Serizawa dengan keluarga Satsuma, kemudian mantan pacar Shinichi yang berusaha menggaet kembali Shinichi, si Keiko Hattori dengan segala cara yang dihalalkan. Termasuk kerja sama dengan sang sepupu Takeshi Hattori untuk membangkrutkan perusahaan Serizawa.

Tokoh demi tokoh bermunculan, konflik yang dibangun mencapai puncaknya ketika jati diri Yuki sebagai putri asli Tuan Satsuma terungkap dan Masako yang bukan putri sang jutawan ketahuan, pertobatan Takeshi, politik hutang budi antara keluarga Satsuma dan keluarga Serizawa mewarnai bab-bab berikutnya. Kematian Shinichi dalam usahanya melindungi Yuki dari tembakan merupakan anti-klimaks dari novel ini.

Cerita masih bergulir beberapa halaman lagi, tiba-tiba setting waktu berpindah ke Bandara Narita di Tokyo di bulan Desember 2007. Menggambarkan pertemuan tidak sengaja 2 orang kulit putih Paul Watson dan Mary Anderson, yang berbincang ngalor ngidul dan justru menemukan bahwa adanya keterkaitan nenek moyang mereka di masa lalu. Bisa diduga, bahwa kakek nenek canggah mereka adalah Shinichi Serizawa dan Yuki Satsuma. Pertanyaan dari penulis di penutup cerita: “apakah Paul adalah titisan Shinichi dan Mary adalah Yuki yang terlahir kembali untuk menyelesaikan kisah kasih mereka yang tak tersampaikan di masa lalu, hanyalah Tuhan yang tahu”......

Secara umum, novel ini sangat menarik untuk dibaca, sebagai pengisi waktu, bacaan ringan dan sekaligus roman dengan gaya yang khas dan unik. Komentar saya cuma satu saja, yaitu bagian-bagian terakhir terkesan terburu-buru dan memperpendek alur cerita, sehingga terasa tiba-tiba sudah sampai di akhir cerita. Sebagai novel pertama, sungguh layak novel ini dipujikan untuk menjadi koleksi. Apalagi jika novel ini diberikan langsung dan ditandatangani oleh penulisnya, sangat memiliki makna khusus.

Monday, June 02, 2008

Zeverina nulis di KoKi nih :)

Kutipan dari KoKi hari ini
Seputar KoKi
KoKi First Go Public
Rame-rame dan Zeverina-Moderator - Jakarta

acara berikutnya buka-buka bungkusan, hahaha, duh mudah-mudahan nggak dituding menerima "amplop" ya ... Pertama kali hadiah dari Pak Gunawan, berupa taplak bordir buatan Bangil-Pasuruan yang cantik, terimakasiiih ya Pak, menyusul titipan dari Yunisa, terimakasiiiih banget, akhirnya setelah berbulan-bulan sampai juga novel hasil karyamu ke tangan Zev, kemudian titipan address book dari Juwita, mug dari Lizzie, ada juga secarik kain batik karya sendiri dari Sukabridge (beneran nih??), sekali lagi terimakasih untuk semuanya. Saking sibuknya terima ini terima itu sampai lupa membayar kaos dan sticker, hahaha, menyusul ya JC, duh Z bikin malu aja...

Saturday, May 31, 2008

Akhirnya sampe ke tangan Z!!!

Bayangkan, dari pertengahan Nov 07 sampai akhir Mei 08... Setelah ngomel2 ke Suhu JC berkali-kali... Cross check ke Zeverina berkali-kali... Novelku akhirnya sampai juga ke tangan Z dengan selamat, di Jogja pula!

Ini foto dari Suhu JC sebagai bukti (Z cuma mau nampang tangan doang hehehe)
Foto2 interview RSI kemaren nyusul kapan2, belum upload dari kamera *lazy mode on*

Novelku bersama barang2 lainnya (antara lain dari Juwita) yang sempat "dikorupsi" Suhu JC beberapa bulan hahahhah

Sunday, October 28, 2007

Ki Ageng (Dr BS) likes this novel!

Horeeee Ki Ageng suka novelku :)

Dearest Yunisa,
Apa kabar ? Lama tak kontak. Moga moga semuanya baik. Bagaimana novel yang ke dua ? Yang pertama saya baca bagus sekali. Sangat intens

The first one I read is very good. Very intense.

Ini dari friendsterku hehehhee. So I still owe a reply to Ki Ageng, updating my news.

Sunday, December 31, 2006

Kompas Cyber Media Community


Happy New Year to the readers!

Just to inform you all that this blog is a member of De Blog (Kompas Cyber Media Community)

Blog novel perdananya Yunisa, cewek Jogja yang kini bekerja di Singapura.