:)
Forget to write this. I am so happy that finally, one person likes my ending for Sakura Bersemi di Yokohama! Thank you, Venny! Hehehehe =D Tidak sia2 dibawain novelnya terbang sampai L.A. Habis dilahap dalam sehari baca. (Rekor).
"Bahasa Indo elu berarti bagus banget ya, 'tergopoh-gopoh'... itu kan gak dipakai sehari-hari..."
Hahahaha, Ven, itu kan ada di buku cerita anak-anak zaman kita kecil.
"Kalau Yuki jadi sama XXX (sensor - Red, biar yang belum baca gak tau), gw malah gak rela... Emang bagus dijadiin sama YYY, tapi kalau dia jadi sama T (bocoran), lebih puas."
LOL. Ternyata yang suka T bukan cuma my sis (Riana), tapi juga Venny. Waktu kutanya, "Why? Simpati ya karena dia tokoh jahat yang bertobat?"
"Kalau XXX gak elu bunuh, mungkin elu gak diprotes pembaca... Kan tragis tuh."
Yunisa: "Kalau XXX gak dibunuh, Yuki gak hidup dengan tenang."
HAHHAHA, pengarang emang egois, suka-suka bikin ceritanya.
Greetings from New York City, kayaknya mau masuk angin nih...



2 comments:
Iyaa...gw PUASSS hahahaa...
kalo jadi ama XXX kurang ahhh soalnya "kebagusan banget XXX" kesannya kan dia kurang prinsip hahahaa..sebagai cowo harusnya bisa muter otak menghadapi cobaan apa pun ya gak! HAHAHAHA *opsss..shall not reveal too much story here* hahaahaha Tapi bener juga kata lo..kalo dia gak mati..Yuki gak tenang yah? HAHAAHAHHHAH
Iyee aduhh..tapi gw suka playboy bertobat yg jadian ama Yuki ahh! HAHAHAAHAHA..kan ceritanya Yuki jadi 'pelabuhan terakhir' nya si playboy hhheehhe :)
MISSING YOU GUYSSS HUAAAAAA :( :(
hahaha, Ven, idealis juga deh "pelabuhan terakhir" :D
Tapi gw setuju, jadi cowok harus capable to find a way in any challenges in life.
Missing you, too, Omaha seems not having any good food except the steaks and it's nice weather here (much colder than LA and NYC)
Post a Comment