Main ke NHK Studio di Tokyo
Jumat siang, 4 April 2008
Friday Afternoon @ NHK Studio Shibuya (bacanya Shibuyak)
Cerita background
Jujur saja, saya tidak pernah bermimpi bahwa saya suatu hari akan pergi ke NHK (dan diwawancara di sana pula). Apalagi orang tua saya hehehhe, mereka sering heran mengapa anaknya bisa gini bisa gitu tanpa merepotkan mereka...
Semua dimulai dari tahun lalu, saya kan sudah berencana mau melihat sakura bersemi di Jepang... Terus Pak Harry Suhartanto (RSI, Mediacorp) bilang ke saya, "Yun, kalau kamu jadi ke Jepang, bilang-bilang ya. Aku ada teman di NHK..."
Tapi kan tahun lalu tour melihat sakura dibatalkan semua tuh dari Sg karena sakura bersemi seminggu lebih cepat dari perkiraan. Bahkan pemerintah (gak tau dah badan apa yang bikin perkiraan sakura mekar), sampai minta maaf kepada publik atas kesalahan prediksinya...
Jadi tahun ini, dengan lebih berhati-hati melihat penanggalan sakura (maksudnya pattern recognition otak saya dikerahkan), saya benar-benar bertekad bulat harus melihat sakura bersemi... Nah dua hari sebelum saya terbang, Pak Harry tiba-tiba saja memforward e-mail Bu Lily (Pak Harry kalau manggil Mbak Lily -- yahh mereka kan umurnya di atas saya hehehhe). Lalu saya mengirim e-mail ke Bu Lily, dan janjian ketemu begitu saya terbebas dari tour...
Saya sempat kebat-kebit bingung mau pakai bahasa apa waktu telepon ke Bu Lily. Pertama telepon ke rumah, karena telanjur sudah "Halo, selamat malam", ya saya berharap semoga yang mengangkat bisa Bahasa Indonesia hahahah... Untungnya suara anak kecil laki-laki di seberang kawat menjawab dengan lancar bahwa Bu Lily masih di kantor.
Lalu saya telepon ke kantornya. Wah insting saya langsung memerintahkan, English English... Jadilah saya berbahasa Inggris, tapi setengah jalan, kok orangnya yang awalnya berbahasa Jepang, lalu Inggris, tiba-tiba berganti Bahasa Indonesia... *hihihihi* dan bilang kalau Bu Lily nya sudah pulang...
Jadilah saya menelepon ponsel Bu Lily yang waktu itu sedang di supermarket. Dan diberi petunjuk bagaimana cara mencapai NHK Studio Park di Shibuya (exit Hachiko patung anjing). Nah di sana ada Koban (Polisi).

"Ada shuttle ke NHK, 150 yen." Saya bener2 bingung karena Shibuya station itu besar, dan busnya banyak sekali... orangnya juga banyak banget oiii, jadi saya ke Koban nanya bus mana yang ke NHK, disuruh menyebrang, cari bus No. 2).
Friday Afternoon @ NHK Studio Shibuya (bacanya Shibuyak)
Cerita background
Jujur saja, saya tidak pernah bermimpi bahwa saya suatu hari akan pergi ke NHK (dan diwawancara di sana pula). Apalagi orang tua saya hehehhe, mereka sering heran mengapa anaknya bisa gini bisa gitu tanpa merepotkan mereka...
Semua dimulai dari tahun lalu, saya kan sudah berencana mau melihat sakura bersemi di Jepang... Terus Pak Harry Suhartanto (RSI, Mediacorp) bilang ke saya, "Yun, kalau kamu jadi ke Jepang, bilang-bilang ya. Aku ada teman di NHK..."
Tapi kan tahun lalu tour melihat sakura dibatalkan semua tuh dari Sg karena sakura bersemi seminggu lebih cepat dari perkiraan. Bahkan pemerintah (gak tau dah badan apa yang bikin perkiraan sakura mekar), sampai minta maaf kepada publik atas kesalahan prediksinya...
Jadi tahun ini, dengan lebih berhati-hati melihat penanggalan sakura (maksudnya pattern recognition otak saya dikerahkan), saya benar-benar bertekad bulat harus melihat sakura bersemi... Nah dua hari sebelum saya terbang, Pak Harry tiba-tiba saja memforward e-mail Bu Lily (Pak Harry kalau manggil Mbak Lily -- yahh mereka kan umurnya di atas saya hehehhe). Lalu saya mengirim e-mail ke Bu Lily, dan janjian ketemu begitu saya terbebas dari tour...
Saya sempat kebat-kebit bingung mau pakai bahasa apa waktu telepon ke Bu Lily. Pertama telepon ke rumah, karena telanjur sudah "Halo, selamat malam", ya saya berharap semoga yang mengangkat bisa Bahasa Indonesia hahahah... Untungnya suara anak kecil laki-laki di seberang kawat menjawab dengan lancar bahwa Bu Lily masih di kantor.
Lalu saya telepon ke kantornya. Wah insting saya langsung memerintahkan, English English... Jadilah saya berbahasa Inggris, tapi setengah jalan, kok orangnya yang awalnya berbahasa Jepang, lalu Inggris, tiba-tiba berganti Bahasa Indonesia... *hihihihi* dan bilang kalau Bu Lily nya sudah pulang...
Jadilah saya menelepon ponsel Bu Lily yang waktu itu sedang di supermarket. Dan diberi petunjuk bagaimana cara mencapai NHK Studio Park di Shibuya (exit Hachiko patung anjing). Nah di sana ada Koban (Polisi).

Patung Hachiko si anjing setia (ini memfoto langsung maju biar orang2 menyingkir hehehhe)
"Ada shuttle ke NHK, 150 yen." Saya bener2 bingung karena Shibuya station itu besar, dan busnya banyak sekali... orangnya juga banyak banget oiii, jadi saya ke Koban nanya bus mana yang ke NHK, disuruh menyebrang, cari bus No. 2).
Ini saya di dalam bus shuttle ke NHK *_* narsis memfoto diri sendiri
Saya dan Bu Lily Yulianti Farid yang mewawancarai saya (padahal malam sebelumnya di telepon nggak bilang kalau mau wawancara hahahha)This is Mrs Lily Yulianti Farid and me. She was the one who interviewed me (despite the night before, on the phone she did not tell me that she was going to interview me hahahah)
Bersama Ayumi-san (dia tinggal di Yogyakarta setahun, kuliah di UGM lho... Terus di Jakarta setahun). Orangnya baik dan ramah sekali. Senyumnya manis *_* sekali seperti Bibi saya di Yogya. Bahasa Indonesianya lancar bin lancarrrrrr... =D Senang sekali deh ngobrol sama Ayumi-san, rasanya seperti ngomong-ngomong sama orang Indonesia, setelah berhari-hari dicekoki Bahasa Mandarin di tour ANA dan Bahasa Jepang di semua tempat wisata, hotel, everywhere, saya setengah mati menggabungkan Bahasa Inggris dan Tarzan (kadang pakai kamus Jepang juga) buat komunikasi sama orang Jepang hahahha *_*
With Ayumi-san (she stayed in Yogyakarta for a year, studying at the best university in my hometown, Gadjah Mada University. Then she stayed in Jakarta for a year). She is very kind and very friendly. Her smile is soooo sweet *_* reminds me of my aunt at home. her Indonesian is very good, very fluent, just like native speaker!!! I love talking to her, it feels like I was talking to fellow Indonesian, after days I was forced to listen to Mandarin tour guide and hearing people speaking Japanese everywhere. I combined English and Tarzan gesture (with Japanese pocket dictionary) to communicate with Japanese hahaha...
Bersama Ayumi-san (dia tinggal di Yogyakarta setahun, kuliah di UGM lho... Terus di Jakarta setahun). Orangnya baik dan ramah sekali. Senyumnya manis *_* sekali seperti Bibi saya di Yogya. Bahasa Indonesianya lancar bin lancarrrrrr... =D Senang sekali deh ngobrol sama Ayumi-san, rasanya seperti ngomong-ngomong sama orang Indonesia, setelah berhari-hari dicekoki Bahasa Mandarin di tour ANA dan Bahasa Jepang di semua tempat wisata, hotel, everywhere, saya setengah mati menggabungkan Bahasa Inggris dan Tarzan (kadang pakai kamus Jepang juga) buat komunikasi sama orang Jepang hahahha *_*With Ayumi-san (she stayed in Yogyakarta for a year, studying at the best university in my hometown, Gadjah Mada University. Then she stayed in Jakarta for a year). She is very kind and very friendly. Her smile is soooo sweet *_* reminds me of my aunt at home. her Indonesian is very good, very fluent, just like native speaker!!! I love talking to her, it feels like I was talking to fellow Indonesian, after days I was forced to listen to Mandarin tour guide and hearing people speaking Japanese everywhere. I combined English and Tarzan gesture (with Japanese pocket dictionary) to communicate with Japanese hahaha...






No comments:
Post a Comment